Seks hingga Kegagalan Hidup, Sederet Topik Penting yang Harus Dibicarakan Orangtua Kepada Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 11 196 1909335 seks-hingga-kegagalan-hidup-sederet-topik-penting-yang-harus-dibicarakan-orangtua-kepada-anak-LChA5Vysg7.jpg Orangtua dan Anak (Foto: Parenting Daily)

TIDAK bisa disangkal, anak-anak generasi sekarang sudah jauh lebih pintar dan kritis dibandingkan generasi sebelumnya.

Di mana ini menjadikan para orangtua, harus bisa pintar-pintar menempatkan diri. Tidak sebagai seorang Ayah dan Ibu, tapi juga figur sebagai seorang sahabat, agar anak bisa merasa nyaman untuk membicarakan segala sesuatu atau sekedar mencurahkan perasaannya, layaknya kepada seorang teman.

Bicara soal bicara dengan anak, memang banyak topik yang bisa dibicarakan. Namun, jika orangtua tidak mengadakan percakapan bermakna dengan anak. Maka topik yang penting malah bisa terlewati, dan akhirnya anak-anak akan mencari informasi dari sumber lain, contohnya internet dan media sosial.

Kemudian, apa saja topik-topik penting yang harus dibicarakan orangtua kepada anak? Melansir Timesofindia, Senin (11/6/2018) berikut ulasannya.

1. Seks (ketertarikan fisik dan menstruasi ) : Seperti yang dikatakan oleh Dr Shweta Sharma, sebagai konsultan psikolog klinis. Tergantung pada usia anak, orang tua harus mulai memulai percakapan pada topik-topik seperti seks, menstruasi, ketertarikan fisik, sentuhan yang baik dan sentuhan yang buruk. Ini membantu dalam membangun hubungan yang ramah dengan anak dan yang paling penting, itu akan memberi anak Anda percaya diri untuk berbagi segala jenis penyalahgunaan atau bahkan pertanyaan sederhana dengan Anda sebagai orang tua. Memberikan pendidikan seks yang sesuai usia dari masa kanak-kanak, menggunakan nama yang tepat dari bagian tubuh akan membantu anak untuk menyadari tentang perubahan yang terjadi di tubuhnya. Anak akan belajar apa yang benar atau salah, dan tidak menganggap proses alami itu sebagai hal yang tabu. Untuk topik ini, disarankan untuk tidak membagikan semua informasi sekaligus karena seorang anak membutuhkan waktu untuk memproses semua yang telah diajarkan. Pubertas juga merupakan saat ketika seorang anak menjadi sadar akan seksualitasnya sendiri. Mereka mungkin memiliki perasaan yang berbeda dari orang lain dan penting untuk memberi tahu mereka bahwa ini benar-benar normal dan sangat menjadi bagian dari tumbuh menjadi orang dewasa.

2. Alkohol dan merokok : Sekuat-kuatnya orang tua, tidak peduli seberapa banyak mencoba menjauhkan anak dari minum atau merokok. Pada akhirnya anak juga bisa terpapar. Sebelum mereka bertindak tidak bertanggung jawab atau berakhir dalam situasi yang membahayakan, cara terbaik ialah dengan membimbing anak sebagai seorang teman.Bicarakan hal-hal seperti rokok, alkohol, dan sesuatu yang serupa di masa-masa remaja. Penting adanya, mengingat ketika anak sudah mulai tumbuh jadi remaja, teman-temannya mulai bertambah dan remaja selalu penasaran ingin mencoba semuanya. Selain berbicara hukum, efek buruk pada tubuh, orang tua harus mengatasi ketertarikan anak-anak terhadap hal-hal ini. Sodorkan datang soal kumpulan berita dan angkat topik ini saat menonton film dengan santai. Atau mungkin bisa juga jadi ide yang lebih baik untuk membiarkan anak meminum minuman alkohol di depan Anda sebelum anak mulai melakukannya sembunyi-sembunyi.

3. Sukses dan gagal dalam hidup : Cara seorang anak menangani up and down nya kehidupan, kesuksesan dan kegagalan dalam hidup disebutkan ternyata sangat tergantung pada bagaimana dia dibesarkan oleh orang tua. Apakah itu nilai sekolah, patah hati atau penolakan apa pun, penting bahwa seorang anak memiliki sikap optimis terhadap kehidupan dan mau menerima kenyataan. Perlu ditanamkan pada anak, bahwa kegagalan bukan berarti dirinya tidak cukup bagus. Dalam kondisi anak sedang mengalami kegagalan, orang tua harus benar-benar mendukung, alih-alih menyalahkan atau memarahi anak, bimbing anak memakai contoh yang tepat. Mengapa topik ini penting untuk dibahas dengan anak? Sebab, seperti yang dijelaskan oleh Praggatti Rao, psikiater anak dan remaja. Pada dasarnya anak-anak memang harus dibuat sadar tentang konsep kegagalan dan kesuksesan dari awal kehidupan. Namun, yang perlu diperhatikan apakah seharusnya orang tua mengaku soal kegagalan pribadinya kepada anak agar anak bisa merasa jadi lebih baik? Soal ini, disebutkan tidak apa-apa untuk menjelaskan kegagalan Anda-sebagai orang tua di depan anak-anak tetapi itu harus dilakukan setelah anak merenung atas insiden kegagalan tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini