nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pacarmu Ancam Bunuh Diri Jika Putus, Depresi Sungguhan atau Hanya Ababil?

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 05:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 11 196 1909469 pacarmu-ancam-bunuh-diri-jika-putus-depresi-sungguhan-atau-hanya-ababil-hgLeWqvpzh.jpg Ilustrasi Depresi. (Foto: USNews)

DEPRESI memang sikap yang berbahaya, sudah banyak public figure yang bunuh diri karena depresi, seperti Robin Williams, vokalis Linkin Park Chester Benington dan terbaru desainer Kate Spade serta Chef Anthony Bourdain

Depresi bisa terjadi karena bermacam hal, dan banyak pemicu yang menyebabkan orang depresi sampai nekat bunuh diri. Lalu, bagaimana jika pasanganmu adalah orang yang labil secara emosi, salah-salah dia bisa depresi berat dan mengancam bakal bunuh diri saat mulut kamu mengucap kalimat “kita putus".

Belum lagi, ada ungkapan kalimat “Enggak mau, kalau kamu ninggalin, aku mau bunuh diri saja”. Bagaimana jika pasangan kamu termasuk dalam kategori orang yang mudah mengumbar ancaman bunuh diri seperti itu?

Baca Juga: Peneliti Temukan Bagian dari Sperma yang Memengaruhi Kualitas dan Kesuburan

Menurut Psikolog Sni Budiantini, ancaman bunuh diri semacam itu bisa berarti dua hal. Pertama, pasangan kamu mungkin saja hanya mengumbar gimmick atau sekadar bercanda. Tapi jika pasangan mu menunjukkan gestur yang serius, kamu perlu hati-hati. Bisa jadi dia amat serius bakal menghakhiri hidupnya lantaran kamu bilang "putus".

"Bisa saja itu jadi satu ancaman, tapi kita bisa melakukan satu diskusi dengan dia. Dalam suatu hubungan pacaran, kalau sudah ancam-mengancam akan berdampak negatif dan kurang bagus, baik itu yang sifatnya bercandaan atau ancaman benar," ungkap Sani saat dihubungi Okezone.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu bertanya dari hati ke hati kala emosi dia dalam kondisi baik. Jelaskan perlahan-lahan alasanmu ingin berpisah dengan dia. Hal ini harus didiskusikan berdua supaya tidak menimbulkan dampak fatal.

"Perlu ditanya apa yang bikin berat kalau kita pergi. Lalu beri dia pemahaman. Kita bisa menyiasatinya dengan pemahaman yang tepat. Dari bercandaan bisa saja malah diseriusin,” tambahnya.

Baca Juga: Libur Lebaran, Kota Padang Upayakan Seluruh Kawasan Wisata Bebas Pungli

Menurutnya, komunikasi dan pemahaman yang baik secara dua arah penting dalam menuntaskan hubungan yang ingin kamu akhir. Jika memang sudah kukuh meninggalkannya demi kebaikan, kamu juga jangan sampai terlena dan baper mendengar alasannya.

"Baik itu orang cari perhatian, bisa depresi atau yang lain, konteksnya memang ada yang mengancam main-main atau pun benar-benar mengancam. Lebih baik dibicarakan dengan pasangan,” tutup Sani.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini