nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Toge Panyabungan, Menu Berbuka Puasa Paling Diburu Orang Mandailing yang Lezatnya Top Markotop!

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 11 298 1909430 toge-panyabungan-menu-berbuka-puasa-paling-diburu-orang-mandailing-yang-lezatnya-top-markotop-J9gU9vMpFo.jpg Toge panyabungan khas Mandailing (Foto: Liansah/Okezone)

TOP Markotop! Toge Panyabungan menu makanan yang tidak pernah ketinggalan untuk berbuka puasa bagi warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Masyarakat kota Panyabungan, Kabupaten Madina, setiap bulan Ramadan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan. Paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka puasa telah tiba,

Toge Panyabungan yang paling terkenal dulunya adalah toge “Taing Tumpat“ yang sampai saat ini masih juga dicari-cari masyarakat. Toge Panyabungan kini sudah terkenal di seluruh Sumatera Utara, bahkan ke Sumatera Barat (Sumbar).

Menu makan yang satu ini sudah banyak yang mengenalnya. jadi tidak heran jika bulan puasa di pasar dadakan depan Pasar Baru panyabungan, Madina, sering ditemukan orang dari luar daerah untuk membeli toge panyabungan.

Seperti Siti Haminah Chaniago (27) warga Sumbar yang sengaja mampir saat hendak melintas di kota panyabungan bersama keluarga. Ia dan keluarga sengaja singgah sebentar di Pasar Baru panyabungan untuk membeli toge panyabungan.

"Awalannya dengar namanya kirain sejenis sayur, eh ternyata tetangga saya ada orang Mandailing dan kebetulan pada waktu itu dia masak toge panyabungan memang enak banget ini masakan. Jadi pada saat ini kebetulan lewat, sengaja saja mampir untuk membeli toge panyabungan," kata Aminah kepada Okezone, Senin 11 Juni 2018.

Toge

Menurut Aminah, ia dan keluarganya menjadi doyan menikmati toge panyabungan jika berbuka puasa. Hal ini karena ke aslian dan alaminya rasa menu makanan tersebut.

"Harga cuma Rp.5.000 per bungkus, Iya selain murah rasa gula aren yang alami membuat kita suka menikmati toge panyabungan," tuturnya

Memang setiap orang yang ingin membeli toge panyabungan, selalu mengunjungi pelataran parkir Pasar Baru Panyabungan. Padahal Taing Tumpat sudah beberapa tahun lalu meninggal dunia, dan memang keluarganya masih meneruskan usaha yang ditekuni sejak kecil bersama orangtuanya.

Toge Panyabungan

"Toge panyabungan ini sudah bagaikan warisan bagi kami dan ini tetap kita kembangkan" tambah ibu Roinah, kakak kandung almarhum Taing Tumpat

Tidak hanya itu, toge panyabungan sering dipesan para penggiat acara buka bersama, seperti pemerintah daerah (Pemda). Jika mengadakan safari ramadan, toge taing tumpat selalu mendapat pesanan. "Sering juga sih ada pesanan dari pihak pemda" timpalnya

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini