Hati-Hati, Masalah Microsleep Jadi Ancaman Serius Pengendara saat Mudik!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 11 481 1909215 hati-hati-masalah-microsleep-jadi-ancaman-serius-pengendara-saat-mudik-5oZvgSD7LR.jpg Ilustrasi (Foto: Rand)

SUDAH menjadi keharusan bagi Anda yang memilih mudik jalur darat dan enggunakan kendaraan pribadi untuk memiliki partner supir. Ini penting agar kondisi tubuh sang supir tidak terlalu letih dan menghindari masalah yang tidak diinginkan.

Bicara mengenai masalah pengendara saat mudik, yang sangat bisa terjadi adalah kondisi di mana si pengendara letih dan kantuk pun datang. Jika sudah begitu, masalah yang terjadi kemudian adalah microsleep. Apakah itu?

Dilansir dari Independent, masalah microsleep adalah kondisi tubuh yang tiba-tiba tidur tanpa ada aba-aba terlebih dulu. Apakah ini wajar?

Dijelaksan Kepala Laboratorium Penelitian Tidur di Loughborough University di Inggris Profesor Jim Horne, tiba-tiba tidur itu sebetulnya kurang tepat. Sebab, manusia sebetulnya sangat sadar akan rasa kantuk dirinya.

Tapi, di beberapa momen, salah satunya mudik, rasa kantuk itu kadang diabaikan. Banyak cara mengabaikannya, mulai dari minum kopi, minum cairan isotonik, atau vitamin penambah energi. Padahal, ketika tubuh sudah memberikan tanda letih, maka yang seharusnya dilakukan adalah beristirahat!

Nah, abai akan rasa kantuk itu yang kemudian berisiko pada keselamatan dalam perjalanan. Bagaimana tidak, sang supir yang memaksakan diri untuk tetap mengemudi di kala tubuh letih, sangat mungkin mengalami microsleep. Blank 5 detik saja bisa berakibat fatal!

Anda perlu tahu bahwa ketika tubuh Anda hanya diberi waktu istirahat 3 atau 4 jam, di mana seharusnya istirahat itu 8 jam, maka tubuh Anda mengalami kondisi utang tidur.

Ngantuk saat nyetir

Dijelaskan Prof. Horne, para pengemudi yang menderita ini beresiko untuk 'mengantuk' saat mengemudi dan secara substansial meningkatkan risiko terlibat dalam kecelakaan. Diperkirakan, microsleep ini menjadi sumber masalah 1 dari 5 kasus kecelakaan di jalan.

Prof Horne melanjutkan, tabrakan yang terkait dengan kelelahan ini lebih mungkin terjadi antara jam 2 pagi hingga 6 pagi, dan sore hari antara jam 2 siang hingga jam 4 sore. Alasannya adalah di waktu ini, tubuh Anda berada di titik terendah.

Lebih lanjut lagi, mereka yang paling berisiko adalah mereka yang mencoba melawan efek tidur saat mengemudi ini. Ketika tubuh dipaksa untuk tetap "on" ini akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan, terutama kematian!

Anda perlu tahu bahwa masalah ini ternyata banyak dialami pengemudi di usia 18 hingga 30 tahun. Ego yang masih tinggi membuat dia mengabaikan rasa kantuk dan letih tubuhnya.

Para pengemudi di saat mudik seperti ini pun sangat berisiko. Jadi, sudah sewajarnya untuk selalu sadar akan tubuh sendiri. Ketika sinyal letih itu sudah muncul bahkan dibarengi dengan rasa kantuk, maka ada baiknya menepi dan istirahat. Prof Horne menyarankan untuk setidaknya beristirahat 15 menit atau sampai tubuh Anda kembali segar.

Jadi, jangan jadikan jarak dan waktu alasan untuk ogah menepi. Lebih baik sampai di kampung halaman lebih lama dibandingkan menjadi penyebab masalah bagi banyak orang. Ingat, Anda membawa nyawa manusia lain di dalam kendaraan dan sudah sepatutnya Anda sadar akan hal ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini