Bersiap Mudik? Ini Tips Aman dan Sehat ala Menkes Nila Moeloek

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 02:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 11 481 1909386 bersiap-mudik-ini-tips-aman-dan-sehat-ala-menkes-nila-moeloek-dIi5dU2F6g.JPG Menteri Kesehatan Nila Moeloek (Foto: Okezone)

TRADISI pulang ke kampung halaman menjelang hari raya atau yang dikenal dengan istilah mudik selalu menjadi hal menarik untuk dibahas. Biasanya banyak cerita unik dalam setiap perjalanan yang tidak terlupakan. Selain itu, bayangan untuk menyalurkan rasa rindu kepada keluarga yang sudah lama tidak bertemu menjadi motivasi kuat untuk melakukan mudik.

Di Indonesia, tradisi mudik setiap tahunnya selalu membuat layanan transportasi umum seperti bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun dipenuhi penumpang. Tapi masih ada pula yang memilih untuk mudik menggunakan kendaraan pribadi. Di lain pihak, ada sejumlah orang yang tidak bisa mudik karena harus bekerja atau kondisi lainnya seperti yang diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K).

 (Baca Juga:Sering Jet Lag di Pesawat? Cara Ini Bisa Usir Mual dan Mabuk Selama Penerbangan)

“Siapa mudik? Kalau saya tidak mudik karena menjaga kalian semua yang mudik,” seloroh Menkes Nila di Terminal Kampung Rambutan belum lama ini saat melakukan peninjauan pelayanan kesehatan.

 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bila selama arus mudik ia akan memantau pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Walau begitu Menkes Nila tetap memiliki kiat tersendiri tentang mudik sehat yang bisa diterapkan masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau menurut saya yang pertama itu, periksa kendaraan pastikan semuanya baik-baik saja. Kedua, untuk pengemudi, paling baik ada pengganti kalau jarak jauh,” tuturnya.

 (Baca Juga:Hati-Hati, Masalah Microsleep Jadi Ancaman Serius Pengendara saat Mudik!)

Menurut Menkes Nila, paling tidak ada dua pengemudi dalam satu kendaraan sehingga bisa menjadi cadangan bila salah satunya merasa kelelahan. Sebab bila dipaksakan untuk mengemudi sendirian bisa berisiko terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kondisi kesehatan menurun atau yang paling parah kecelakaan. Akan tetapi, bila terpaksa mengemudi sendirian, hal yang harus diperhatikan adalah waktu istirahat.

“Kalau bawa motor paling tidak setiap 2 jam harus istirahat, kalau mobil 4 jam. Selain itu, pengemudi jangan terlalu tegang moodnya harus dijaga dan kalau bisa tenang karena bawa keluarga,” tambahnya.

 

Menkes Nila mengimbau agar para pengemudi juga benar-benar memastikan dirinya sehat bahkan kalau bisa lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Selain pemeriksaan kesehatan, pemudik juga harus memerhatikan asupan nutrisinya selama perjalanan guna memenuhi kebutuhan tubuh.

“Jangan lupa selama perjalanan banyak minum. Minum itu penting sekali, makan bernutrisi, dan jangan berlebihan,” ujarnya.

Terakhir, Menkes Nila berharap agar pemudik tidak menargetkan waktu perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan melainkan melakukan perjalanan secara santai.

“Jangan menargetkan sampai jam sekian nanti (malah) enggak selamat. Kita 'kan tujuannya ingin silaturahmi,” pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini