nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makan Pasta Ternyata Tak Bikin Gemuk, Ini Penjelasan Ahli

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 02:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 12 298 1909824 makan-pasta-ternyata-tak-bikin-gemuk-ini-penjelasan-ahli-0GxqsfFZQe.jpg Ilustrasi Pasta. (Foto: Cookingclassy)

BANYAK orang enggan makan pasta karena takut berat badannya bertambah. Padahal, makanan khas Italia favorit banyak orang tersebut tidak menyebabkan tubuh gemuk lho meski dikonsumsi terlalu sering.

Pasta pun kerap menjadi makanan favorit, apalagi ditambah tomat dan keju, rasanya pasti nikmat dan bikin nagih. Saat pergi ke restoran berkonsep Western food atau Italia, pasti hidangan pasta mudah ditemui.

Malahan, makan pasta dianjurkan bagi seseorang yang diet untuk menurunkan berat badan. Sebab, makanan ini mengandung indeks glikemik rendah yang aman dikonsumsi. Demikian dilansir NDTV, Selasa (12/6/2018).

Baca Juga: Libur Lebaran, Ini yang Perlu Diketahui Tentang Wisata Ramah Anak

Pasta pun mengenyangkan perut dalam waktu lama, karena makanan ini mengandung karbohidrat kompleks. Apalagi kalau Anda makan pasta yang terbuat dari gandum rendah kalori.

Ahli gizi dari berbagai belahan dunia pun melakukan studi untuk meyakinkan seseorang yang ingin diet menurunkan berat badan. Menurut sebuah studi baru oleh Rumah Sakit St Michael, karbohidrat kompleks cepat diserap ke dalam aliran darah. Makanan ini juga tidak menyebabkan lonjakan tiba-tiba kadar glukosa darah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open, memberikan tinjauan sistematis dari semua bukti dari uji coba terkontrol secara acak. Dalam 30 uji coba yang dilaksanakan tersebut, mereka pun melibatkan hampir 2.500 orang.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa orang yang makan pasta akan terbebas dari risiko kenaikan berat badan. Makanan ini pun sangat cocok dikonsumsi untuk makan malam, karena tidak menyebabkan peningkatan lemak tubuh. Nutrisi dari pasta mudah diserap oleh tubuh dan ini sangat menguntungkan.

Baca Juga: Menyantap Steak Tenderloin ala Timur Tengah? Resto di Hotel ini Sajikan "Shavhat Moutasaya with Lemon and Garlic"

Sementara itu, orang yang terlibat dalam studi ini rata-rata makan pasta tiga porsi dalam seminggu. Satu porsinya diukur hingga setengah piring pasta matang. Para peneliti mengatakan, para peserta kehilangan setengah kilogram selama 12 minggu selama uji coba. Pasta yang dikonsumsi tersebut diolah dengan bahan tambahan lain yang rendah kalori.

Seperti pasta tomat, pasta aglio olio, pasta sayuran dan sebagainya. Buktinya, meski diolah dengan cara yang sehat pasta ini tetap menambah nafsu makan. Pasta ini bahkan tak mengurangi kandungan nutrisi yang merugikan tubuh. Juga, pasta ini kandungan kalorinya rendah dan cocok dikonsumsi kapan saja.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini