Tips dari Awak Kabin saat Bepergian dengan Pesawat Udara

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 17:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 12 406 1909796 tips-dari-awak-kabin-saat-bepergian-dengan-pesawat-udara-F9jiXYGF1O.jpg Penumpang dan Pramugari (Foto: Placesyoullsee)

LIBUR Lebaran tahun 2018 ini, bisa dibilang sangat panjang. Seperti yang diketahui, pemerintah sendiri menetapkan libur cuti bersama libur Lebaran kurang lebih sepuluh hari lamanya.

Momen libur panjang ini rasanya sayang kan jika tidak dimanfaatkan begitu saja? Untuk memanfaatkan libur panjang Lebaran tahun ini bisa digunakan untuk melakukan perjalanan traveling cukup jauh, misalnya bepergian ke luar negeri atau bisa juga di dalam negeri tapi ke suatu daerah yang jauh belum pernah disambangi sebelumnya.

Dengan alasan faktor kenyamanan dan efisiensi waktu, untuk akomodasi traveling biasanya banyak orang yang lebih memilih untuk traveling dengan pesawat udara. Well, traveling dengan pesawat udara ini tidak bisa dilakukan asal loh, ada serba-serbi yang harus Anda ketahui dan pahami agar perjalanan traveling dengan pesawat ini bisa nyaman dan menyenangkan tanpa drama. Berikut ulasan soal travel tips dari para pramugara dan pramugari yang bisa Anda simak.

 (Baca Juga:Penelitian Terbaru Ungkap Air Liur Bisa Deteksi Kanker Prostat)

Etika terbang dan berada di airport

Tiba di bandar udara selalu lebih awal adalah etika terbang terbaik. Mengapa? Karena padatnya bandara tidak pernah dapat memprediksi, berapa banyak orang yang akan berada di bandara saat itu dan jalur imigrasi bisa menjadi sangat panjang. Terlebih jika Anda melakukan transit, selalu pesan penerbangan Anda dengan setidaknya di empat jam periode penyangga sehingga bisa memiliki banyak waktu untuk mengejar penerbangan yang kedua. Saat tiba dan memasuki pesawat, segera bawa tas dan barang bawaan untuk disimpan di kompartemen penyimpanan di atas dan segera ambil tempat duduk, sehingga Anda tidak memblokir penumpang lain.

Konsumsi minuman alkohol 

Ketika terbang, maka artinya kita sedang di berada di ketinggian tinggi, pesawat bertekanan dan bisa meningkatkan tekanan darah. Berhati-hatilah, karena jika mengonsumsi minuman alkohol, disebutkan risiko mabuk akan lebih cepat.

Jika ingin sekali minum minuman beralkohol, disarankan untuk maksimal minum hanya dua gelas. Kemudian jangan lupa juga untuk minum banyak air mineral dan makan makanan yang tinggi serat dan protein seperti salad, buah, atau ayam. Bisa juga berupa minuman jus, terutama yang tanpa kandungan gula tinggi.

Persiapan untuk hal-hal darurat

Selalu siapkan diri untuk hal-hal yang darurat. Siapkan nomor telefon darurat melekat di diri, bawa kopian paspor di dalam tas atau kantung, dan siapkan beberapa uang tambahan dalam bentuk dollar Amerika yang bisa disembunyikan di dalam sepatu.

Sehingga ketika tas atau dompet dicuri, Anda masih bisa tetap melapor dengan membawa kopian dokumen penting sembari masih memiliki uang lebih.

Jetlag dan mabuk kendaraan

Soal jetlag, jika pergi ke negara dengan zona waktu yang berbeda, sebisa mungkin pesan penerbangan yang tiba di negara tujuan di saat siang hari untuk menghindari diri menjadi terlalu jetlag. Begitu sampai karena masih siang, segera sibukkan diri dan berkelana ke berbagai tempat sehingga saat malam hari tubuh akan merasa lelah, dan akhirnya lebih mudah untuk tidur.

Trik ini disebutkan dapat membantu jam internal tubuh untuk menyesuaikan dengan zona waktu lokal setempat. Sedangkan untuk meminimalisasi mabuk saat menaiki pesawat, untuk yang memang rentan, sebisa mungkin pesan tempat duduk di bagian depan kabin dan jangan lupa untuk selalu siap membawa earphones karena kita tidak pernah tahu penumpang seperti apa yang duduk di sebelah kita, bisa saja anak kecil atau balita yang rewel, orang yang punya suara keras, sampai kumpulan orang yang tidak berhenti bicara sepanjang waktu.

Membawa anak(bayi atau balita)

Bagi orang tua yang bepergian dengan bayi atau balita, disarankan untuk memberikan susu atau menyusui bayi terlebih dahulu sebelum naik ke pesawat, hal ini akan akan membantu anak bisa tertidur selama penerbangan.

Selain itu, jangan lupa untuk membawa mainan kecil yang lembut, buku mewarnai, dan puzzles untuk membuat anak-anak sibuk. Jangan biasakan langsung menyerahkan perangkat elektronik (gadget) kepada anak. Siapkan juga camilan berupa permen karena permen disebutkan bisa membantu menenangkan anak-anak yang rewel dan menangis ketika telinga mereka diblokir saat lepas landas dan mendarat. Demikian seperti diwarta Straitstimes.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini