nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tengok Tradisi Lebaran ala Menteri Pariwisata Arief Yahya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 21:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 12 406 1909833 tengok-tradisi-lebaran-ala-menteri-pariwisata-arief-yahya-glWk2G4lRT.jpg Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Okezone)

UMAT Muslim tengah merasakan hangatnya berkumpul dengan keluarga di momen libur Lebaran. Hal ini juga dirasakan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Arief Yahya merayakan Hari Raya Idul Fitri di tanah kelahirannya, Banyuwangi bersama keluarganya. Meski kini kini tak ada lagi sosok ibunda di Banyuwangi, namun menteri kelahiran 2 April 1961 ini selalu pulang untuk mengunjungi makamnya.

"Mudik itu ritual buat. Yang paling berkesan buat saya setiap hari kalau pulang kampung selalu ke makam orangtua," tutur Arief saat dijumpai di Jakarta baru-baru ini.

Ia mengaku selalu mengunjungi makam orangtuanya setiap hari selama berada di Banyuwangi. Jika dirinya berada di Banyuwangi selama 10 hari, artinya dia akan mengunjungi makam orangtua sebanyak 10 kali.

Namun tahun ini, liburan untuk Arief Yahya dan keluarga diakui bisa lebih panjang. Sebab telah ada penerbangan langsung yang menghubungkan Banyuwangi dan Jakarta, sehingga mempermudah perjalanan ketika suatu waktu dirinya dipanggil oleh Presiden Jokowi secara mendadak.

 

"Tahun ini agak panjang, karena ada direct flight dari Jakarta ke Banyuwangi membuat saya tenang. Setiap saya dipanggil Pak Presiden saya bisa langsung (terbang) karena ada empat kali flight," jelasnya.

Arief pun menceritakan tradisi Lebaran di Banyuwangi. Menurutnya, sama seperti di kota-kota kecil lainnya, jalinan silaturahmi di Banyuwangi terasa hangat. Saat Lebaran, anak-anak kecil akan berbaris dan berharap-harap cemas mendapat angpao.

"Anak-anak kecil bajunya baru, berbaris-baris dan berharap-harap. Jadi saya senang bawa banyak uang baru. Membayangkan kalau itu saya yang menerima, kan senang sekali. Dan ini tidak pernah berhenti," lanjutnya sembari tertawa.

Hal yang menurutnya lucu adalah ketika anak-anak yang telah mendapat angpao pulang berganti baju dan datang kembali ikut berbaris untuk mendapatkan angpao lagi.

"Sudah nerima uang terus ganti baju, datang lagi, padahal saya tahu (dia) sudah datang," ujar Arief terkekeh.

Lalu apa menu Lebaran di rumah Menteri Pariwisata? Arief mengatakan opor ayam adalah menu utamanya. Masakan ini bisa mengingatkan dirinya pada sosok ibunda, di mana dahulu sering menyediakan menu yang sama saat Lebaran tiba.

"Sudah dari tahun ke tahun mulai ibu ada sampai sekarang tradisi itu saya pertahankan," ungkapnya.

 

(Baluran, Foto: tongsengjamu/Instagram)

Selain makanan, tentu yang paling dinanti adalah wisata-wisata Banyuwangi yang bisa dikunjungi keluarga saat libur Lebaran. Namun Arief mengaku justru anak-anaknya lah yang paling senang berjalan-jalan mengunjungi destinasi wisata di Banyuwangi ketika Lebaran. Salah satu yang direkomendasikannya adalah Bangsring, pantai yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya.

"Terakhir dua kali ini saya ke Ijen melihat blue fire, lalu ke Red Island. Lalu ke Baluran anak-anak paling senang, kamu bisa bayangkan seperti savana di Afrika. Enggak menyangka sekali kalau itu ada di Banyuwangi," pungkas Arief.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini