Ini Alasan Seseorang Mudah Marah saat Merasa Lapar, Hayo Inget Lagi Puasa

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 17:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 12 481 1909631 ini-alasan-seseorang-mudah-marah-saat-merasa-lapar-hayo-inget-lagi-puasa-Hhmte8zRSU.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

RASA lapar terkadang bisa membuat seseorang mudah marah dan tersinggung. Sebuah penelitian baru-baru ini dilakukan untuk mempelajari hubungan antara rasa lapar dengan emosi. Tujuannya untuk lebih memahami mekanisme psikologis dari keadaan emosi yang diinduksi oleh kelaparan.

Emosi dianggap sebagai respons emosional yang rumit karena isyarat biologi, kepribadian, dan lingkungan. Menurut tim peneliti dari University of North Carolina, selain emosi, terjadi pula peningkatan tingkat stres dan rasa penganiayaan yang lebih tinggi saat rasa lapar melanda. "Kita semua tahu bahwa rasa lapar kadang-kadang dapat memengaruhi emosi dan persepsi kita tentang lingkungan sekitar. Akan tetapi, terungkap juga bila rasa lapar membuat seseorang menjadi pemarah atau mudah tersinggung," ungkap penulis utama penelitian, Jennifer. MacCormack, MA seperti yang dikutip dari Independent, Selasa (12/6/2018).

Saat seseorang merasa lapar, ada dua faktor utama yang membuatnya mengalami emosi negatif yaitu konteks dan kesadaran diri. “Seseorang yang mengalami kelaparan akan merasakan ketidaknyamanan. Penelitian kami menemukan jika perasaan marah terjadi ketika ketidaknyamanan terjadi dan ditafsirkan sebagai emosi yang kuat tentang orang lain atau situasi yang sedang dihadapi,” ungkap rekan peneliti, Kristen Lindquist, PhD.

Ada sesuatu yang istimewa terkait situasi tidak menyenangkan atau tidak nyaman. Sesuatu itulah yang membuat banyak orang memanfaatkan perasaan laparnya lebih dari seharusnya. Selain itu, terdapat isyarat lingkungan yang memengaruhi tingkat kesadaran emosional seseorang saat merasa lapar. Kondisi itu membuat rasa lapar bermanifestasi sebagai emosi.

Makan Mie

Dalam penelitian ini ditemukan juga fakta lain bahwa seseorang yang merasa lapar emosinya akan menjadi lebih baik apabila dirinya tidak secara eksplisit berfokus pada kondisi tersebut. Namun hal itu membuat orang tersebut memiliki lebih banyak perasaan negatif terhadap orang lain. Sebaliknya, bila orang tersebut menghabiskan waktu memikirkan emosinya saat lapar, maka tidak ada perubahan emosi atau persepsi sosial.

"Dari hasil itu dapat diambil kesimpulan bila sangat penting untuk menjaga tubuh termasuk memerhatikan sinyal-sinyal yang dikeluarkannya dan tidak mengabaikannya. Cara ini penting untuk kesehatan mental jangka panjang dan kualitas hidup sehari-hari dari pengalaman psikologis, hubungan sosial hubungan, dan produktivitas kerja,” pungkas peneliti.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini