nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Tabrak Motif untuk Busana Lebaran, Jangan Salah Terapkan Pakemnya

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 09:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 13 194 1909901 tren-tabrak-motif-untuk-busana-lebaran-jangan-salah-terapkan-pakemnya-lmXM3c8Mf4.jpeg Ilustrasi. Busana Karya Itang Yunasz (Foto: Okezone)

HARI raya kemenangan bagi Muslim menjadi momen bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tentunya, saat tampil berbeda dari biasanya menjadi impian.

Desainer busana muslim Indonesia Vivi Zubedi mengatakan, tabrak motif tengah menjadi tren dan bisa menjadi alternatif tampilan ketika Lebaran. Namun, ada pakem atau aturannya. Jika salah warna, maka akan merusak pandangan mata orang di sekitar.

"Tabrak warna juga boleh sejauh itu tidak mengganggu komposisi warna," jelas Vivi saat ditemui di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Misalnya seseorang pakai baju muslim dengan perpaduan warna merah, kuning, dan kerudung pink. Untuk mata awam sendiri, gradasi warna itu berjauhan komposisinya. Pakemnya, imbuh Vivi, warna yang harus diterapkan dalam berpakaian tabrak warna masih satu line.

“Bisa saja melakukan tabrak motif, tapi hal yang perlu kita ketahui adalah tidak bisa menggabungkan dua unsur berbeda dalam satu look. Misalnya, motif kotak-kotak, garis-garis, dan bunga-bunga dalam satu look, itu akan sangat ramai dan akan kelihatan heboh sekali dan itu fashion yang kurang diminati pelanggan,” jelas Vivi.

Vivi menyarankan bila ingin tabrak motif, gunakan pakaian dengan warna netral, warna nude ataupun warna pastel yang bisa masuk ke warna apapun.

(Baca Juga: 6 Mahluk Mistis Ini Pernah Hidup di Bumi, Apa Saja?)

“Misalnya, earthid tone dengan pastel blue, jadi dia masih nyambung warnanya. Tidak tiba-tiba merah kerudungnya, itu akan sangat berseberangan. Konsep baju muslim, hal-hal mencolok seperti itu akan kurang nyaman karena kita harus memadukannya dengan hijab,” ulasnya.

Menurutnya, jika ingin menjual produk dengan desain tabrak motif maka harus melihat minat dari konsumennya terlebih dahulu dengan memahami pakem-pakem di atas. Tetapi jika orangnya memang ingin tampil beda ya tidak masalah untuk dilakukan.

“Kecuali kita memang mau antimainstream ya. Tetapi kalau untuk fashion yang memang dinikmati oleh costumer ya yang senada. Misalnya, bunga atas warna kuning, bunga bawah warna biru dan bunga bawahnya lagi agak gede motifnya tapi satu line, itu boleh. Jadi tabrak motif boleh tapi dalam satu line,” pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini