nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Bergaul dengan Kids Zaman Now agar Makin Lengket

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 18 Juni 2018 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 13 196 1909923 cara-bergaul-dengan-kids-zaman-now-agar-makin-lengket-2BvwafIwcZ.jpg

HUBUNGAN orangtua dan anak sering kali berjarak ketika anak beranjak remaja. Urusan pubertas kerap dipercayai menjadi penyebab keengganan anak untuk mencurahkan perasaannya.

Sebaiknya segera perbaiki agar anak kembali menceritakan hal apapun daripada curhat ke teman atau browsing internet. Times of India punya trik khusus untuk menjalin hubungan mesra antara orang tua dan anak kembali.

1. Berdiskusi santai tentang topik seksual

Orangtua harus memulai percakapan pada topik-topik seperti seks, menstruasi, ketertarikan fisik, sentuhan yang baik dan sentuhan yang buruk dan sebagainya. Ini membantu dalam membangun hubungan yang ramah dengan anak.

Terpenting, itu akan meningkatkan kepercayaan diri anak. Termasuk mau berbagi pengalaman tentang segala jenis penyalahgunaan perilaku atau bahkan mau mengajukan pertanyaan sederhana kepada orang tua.

“Memberikan pendidikan seks yang sesuai usia dari masa kanak-kanak, menggunakan nama yang tepat dari bagian tubuh akan membantu anak untuk menyadari tentang perubahan tubuhnya. Mereka akan belajar apa yang benar atau salah, dan tidak menganggap proses alami sebagai tabu," kata Dr Shweta Sharma, Konsultan Psikolog Klinis di Columbia Asia Hospital, Gurgaon.

2. Masalah alkohol dan merokok

Tidak peduli seberapa banyak orang tua mencoba menjauhkan anak dari topik minuman keras atau merokok. Di tengah modernitas, mereka akan terpapar pada beberapa titik dalam kehidupan. Sebelum mereka bertindak tidak bertanggung jawab atau berakhir dengan situasi yang membahayakan, maka yang terbaik adalah membimbing mereka sebagai seorang teman.

“Saya menyarankan ini adalah saat yang tepat untuk mulai berbicara dengan anak Anda tentang alkohol, merokok, dan hal-hal serupa di masa remaja mereka. Ini adalah waktu ketika tekanan teman sebaya mulai meningkat dan mereka ingin mencoba semuanya. Selain berbicara kepada mereka tentang usia, efek buruk pada tubuh mereka, orang tua harus mengatasi ketertarikan mereka terhadap hal-hal ini," kata Praggatti Rao, seorang psikiater anak dan remaja.

Caranya dengan menunjukkan dan mendiskusikan berita tentang efek buruknya. Atau mengangkat topik ini saat menonton film atau iklan.

3. Menyadarkan ada keberhasilan dan kegagalan

Cara seorang anak menangani dinamika kehidupan seperti kesuksesan dan kegagalan dalam hidup sangat tergantung pada bagaimana dia dibesarkan oleh orang tua. Apakah itu mengenai nilai sekolah, patah hati atau penolakan apapun. Penting bahwa seorang anak memiliki sikap optimistis terhadap kehidupan dan mau menerima kenyataan.

“Seorang anak harus diajarkan bahwa kegagalan tidak berarti dia tidak cukup baik dan orang tua harus benar-benar mendukung dalam situasi apapun itu. Alih-alih menyalahkan atau memarahi anak, orang tua harusnya membimbingnya dengan contoh-contoh yang tepat. Juga, anak-anak harus dibuat sadar tentang konsep kegagalan dan kesuksesan dari awal yang cantik dalam hidup,” kata Praggatti.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini