nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Keamanan Masjid Nabawi Pulangkan 1.000 Anak yang Tersesat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 19:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 13 196 1910172 petugas-keamanan-masjid-nabawi-pulangkan-1-000-anak-yang-tersesat-q3nZPFfhtI.jpg Anak Tersesat di Masjid Nabawi (Foto: Saudigazette)

BERHATI-hati saat membawa anak Anda ke tempat ramai yang besar. Imbauan untuk selalu menjaga dan memperhatikan tindak-tanduk anak bukan hanya sekedar pengingat biasa. Kalau sudah kejadian, jangan menyesali kesalahan yang sudah Anda perbuat atau mengandalkan petugas keamanan.

Setidaknya Anda bisa mengambil pelajaran dari para orangtua yang terpaksa terpisah atau kehilangan anak-anak mereka saat mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Petugas keamanan di Masjid yang didirikan Nabi Muhammad SAW itu baru saja mengembalikan sekira 1.000 anak yang tersesat atau terpisah dengan orangtuanya.

Selain mengembalikan anak-anak yang tersesat, petugas keamanan juga berhasil mengamankan sekira 390 orang laki-laki dewasa dan 1.090 orang wanita dewasa yang tersesat. Ribuan orang tersebut tersesat karena tidak tahu harus pergi ke mana atau pulang ke penginapan usai salat di Masjid Nabawi.

Melansir dari Saudi Gazette, Rabu (13/6/2018), pusat informasi memberi ribuan anak-anak itu gelang secara gratis sebagai penanda. Gelang-gelang tersebut berisi informasi mengenai nama anak sekaligus nomor telepon orangtua/wali mereka.

Gelang diberikan saat anak-anak itu masuk ke kompleks Masjid Nabawi yang berkapasitas 1 juta orang bersama orangtua mereka. Ketika tersesat, para petugas dapat dengan mudah menemukan mereka dan mengembalikan kepada orangtua berdasarkan basis data yang dimiliki.

Komandan Pasukan Keamanan Masjid Nabawi, Brigadir Abdul Rahman bin Abdullah al Mishhan menuturkan, pusat informasi itu dilengkapi dengan sejumlah mainan, tempat tidur, dan fasilitas lainnya, guna memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang tersesat. Selain itu, mereka juga menyediakan psikiater.

“Ada seorang psikiater dan perempuan-perempuan berpengalaman untuk merawat anak-anak itu dari trauma yang biasanya dirasakan ketika terpisah dengan orangtua,” terang Brigadir Abdul Rahman.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini