nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Sampah Makanan Meningkat, Ada yang Salah dengan Pola Makan Masyarakat Indonesia?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 298 1909933 jumlah-sampah-makanan-meningkat-ada-yang-salah-dengan-pola-makan-masyarakat-indonesia-LaVCrXEOOF.jpg Makan (corbis)

PUASA merupakan sebuah kewajiban bagi masyarakat muslim. Selain bisa mendekatkan diri kepada Tuhan YME, puasa juga sangat baik bagi kesehatan. Menahan lapar dan haus memang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi yang berpuasa, namun beberapa orang kerap kalap saat berbuka puasa.

Tak sedikit orang lapar mata dalam membeli makanan. Akhirnya banyak makanan yang tersisa dan berakhir di tempat sampah. Tentu hal tersebut bukanlah tindakan positif yang patut di tiru. Selain menjadi mubazir, sisa makanan yang menumpuk bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

 Baca juga: Pramugari Bocorkan Kelakuan Penumpang yang Berhubungan Intim di Pesawat

Makan Rakus

Sebagaimana diketahui, jumlah makanan yang terbuang selama bulan puasa, naik 10 persen dari biasanya. Jumlah tersebut akan terus meningkat saat lebaran tiba. Pasalnya masyarakat akan sangat konsumtif mengingat banyak makanan yang tersedia selama lebaran.

Dari hasil penelitian, Jakarta menghasilkan 7.500 ton sampah per hari. 4.050 diantaranya merupakan sampah makanan. Dan setelah diselidiki, 65 persen sampah makanan tersebut berasal dari perumahan. Sementara sisanya berasal dari restoran atau rumah makan.

 Baca juga: 6 Mahluk Mistis Ini Pernah Hidup di Bumi, Apa Saja?


Melihat hal tersebut, Annisa Paramitha dari Waste4Change, suatu organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, merasa tergerak hatinya. Ia sangat menyayangkan kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang kerap menyisakan makanannya.

"Konsumen Indonesia dihadapkan pada berlimpahnya pilihan makanan, namun tidak semua pilihan itu merupakan makanan yang baik dan sehat dikonsumsi. Saat 40 persen masyarakat Indonesia dinyatakan kurang gizi, sekira 10 persen lainnya justru mengalami obesitas," tegas Annisa, sebagaimana dihimpun Okezone.

 Baca juga: 10 Penemuan yang Cabut Nyawa Penemunya, Salah Satunya Ciptakan Mobil Terbang!

Makan rakus (Corbis)

Annisa memperkirakan jumlah penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 250 juta jiwa. Sementara kebutuhan makanan yang mereka perlukan sebanyak 190 juta ton/tahunnya. Dari data tersebut diketahui makanan yang tersisa sebanyak 13 juta ton/tahunnya. Tentu alangkah lebih baik jika pola makan konsumtif masyarakat Indonesia bisa diubah. Selain dapat mengurangi krisis pangan, kelestarian lingkungan juga semakin terjaga.

"Dengan tingkat sampah makanan mencapai 13 juta ton per tahunnya, Indonesia sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pangan 28 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengn mengurangi sampah makanan, selain dapat mengatasi krisis pangan, kita semua juga bisa mengurangi dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dengan menurunnya kadar gas metana," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini