nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemudik, Tahukah Kamu Makna Mudik Sebenarnya?

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 09:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 13 406 1909881 pemudik-tahukah-kamu-makna-mudik-sebenarnya-GU9q03l3gX.jpg Mudik (Okezone)

RAMADAN tersisa hanya beberapa hari lagi. Hari raya Idul Fitri sudah hampir di depan mata.

Segala persiapan menyambut hari kemenangan pun hampir rampung, termasuk persiapan mudik. Kegiatan yang rutin dilakukan oleh orang-orang yang merantau tersebut, biasanya dimulai tujuh hari menuju Lebaran atau bahkan saat Lebaran dan pasca Lebaran.

 Baca juga: Pramugari Bocorkan Kelakuan Penumpang yang Berhubungan Intim di Pesawat

Mudik

Meskipun telah bertahun-tahun dilakukan secara terus-menerus dan rutin, tahukah Anda berasal dari mana kata "Mudik"? Berikut penjelasannya

"Di akhir periode puasa, terdapat Istilah “mudik” yaitu kependekan dari "mulih ke udik" yang berarti "pulang ke kampung." Tradisi ini muncul seiring urbanisasi di negara-negara berkembang. Dimana kota-kota besar membutuhkan banyak pekerja dari berbagai daerah," jelas Asep Kambali, Sejarawan Indonesia, dalam pesan singkatnya.

 Baca juga: 6 Mahluk Mistis Ini Pernah Hidup di Bumi, Apa Saja?

Lebih lanjut, pria yang selalu ramah tersenyum ini pun menuturkan asal kata dan makna dari mudik itu sendiri. Menurutnya, mudik juha berarti hulu, yang berasal dari bahasa Melayu.

 Mudik

"Mudik juga berarti "hulu” bahasa Melayu, seperti pada istilah "hilir-mudik". Hulu adalah tempat asal kita, tempat dimana kita bermula. Maka, mudik seperti Komunitas Historia Indonesia (KHI), yang mengajarkan pada kita untuk tidak melupakan sejarah. Kok gitu?" imbuhnya.

 Baca juga: Digosipkan Selingkuh, Netizen Pertaruhkan Rumah Tangga David Beckham dan Victoria

Asep menyambung penjelasannya, jadi mudik memiliki makna retrospeksi, yang berarti mengingat kembali akar sejarah. Sebab, mudik adalah proses kembali ke daerah asal tempat kelahiran dan dibesarkan.

"Tapi, ingat mudik tidak harus kembali kepada mantan," candanya.

Menurut penjelasan Asep, mudik juga berarti “menjaga sejarah” yaitu menjaga ingatan kita akan masa lalu, tempat bermula dari sang ibu. Mudik mendidik kita agar jangan putus memori dan terus bersilaturahmi, menjaga hubungan agar tetap lestari.

"Setelah mudik, terdapat Istilah "Lebaran" yang berarti lapang, luas atau ikhlas, yang juga berarti terbuka lebar dalam memaafkan. Idul Fitri adalah Lebaran kecil, sementara Idul Adha merupakan lebaran besar karena kita harus berkorban," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini