nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Ajarkan Anak Jadi Pengemis saat Lebaran! Ini Sederet Kalimat Tabu yang Tak Boleh Diucapkan

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 09:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 14 196 1910273 jangan-ajarkan-anak-jadi-pengemis-saat-lebaran-ini-sederet-kalimat-tabu-yang-tak-boleh-diucapkan-DGHEERfpMs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

APA sih yang biasanya kita ucapkan kepada anak kita ketika melihat saudara yang datang saat lebaran? Apakah Anda berkata "Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang". Kalimat itu memang sering dilontarkan orangtua kepada anaknya di momen perayaan Idul Fitri.

Padahal, dengan kalimat itu justru kita mengajarkan anak untuk bersilaturahmi demi mendapat uang. Tanpa disadari, Anda sudah mengajarkan anak untuk meminta uang, bukannya malah meminta maaf dengan penuh keikhlasan.

Bila Anda mengajarkan hal itu kepada anak sama saja seperti membentuk mental peminta-minta. Justru cara itu dalam Islam sangat dilarang.

Baca Juga: Wisata ke Semarang? Yuk Mampir Naik Kereta Wisata Jadul di Ambarawa

Sebab, dalam Islam diberi diajarkan bahwa memberi sesuatu kepada orang lain bentuknya tidak hanya berupa uang. Pemberian ilmu dan doa itu justru sangatlah berharga.

Dalam Hadist Riwayat Ahmad 4/165 disebutkan, barang siapa yang meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api. Sayangnya, manusia tidak pernah menyadari dengan hal itu, sehingga mereka berbuat semena-mena.

Dalam Islam kita diajarkan, sebaik-baiknya manusia harus menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Jika belum mampu, manusia diajarkan untuk menjaga dirinya.

Manusia harus merasa malu ketika meminta-minta padahal dirinya mampu. Di samping itu, Anda juga harus menjaga harga diri dengan baik, supaya orang lain tidak merendahkan.

Justru sebaliknya, sebagai Muslim kita harus saling berbagi. Bukannya malah mengajarkan hal buruk kepada anak-anak, seperti meminta uang THR kepada sanak saudara dengan sengaja.

Baca Juga: Melihat Nick Jonas dan Priyanka Chopra, Ini Alasan Hubungan dengan Wanita Lebih Tua Dipandang Negatif

Sekali lagi, jangan ucapkan kalimat yang salah ketika mengajarkan anak untuk bersalaman dengan tujuan meminta maaf kepada orang yang lebih tua. Berikut ucapan lainnya yang harus dihindari, dirangkum Okezone lebih lanjut.

1. "Ayo sana ke rumah tetangga yang itu. Dia orang kaya, kalau kesana pasti dikasih uang banyak".

2. "Mana nih tante buat keponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja THR-nya banyak".

3. "Akung sudah persiapan uang banyak itu. Ayo minta sana".

Di samping itu, orangtua harus mengganti kalimat ucapan yang lebih tepat supaya membuat anak terbiasa dengan hal itu. Ada beberapa pengertian yang diberi tahu kepada anak supaya mereka paham.

Psikolog Sani Budiantini menyarankan, orangtua bisa memberi pemahaman kepada anak tentang makna perayaan Idul Fitri. Salah satu momen yang penting ialah bersalaman dengan sanak keluarga untuk saling bermaaf-maafan.

"Salaman itu tradisi memaafkan di saat Idul Fitri. Maka sejak dini, ajarkan mereka untuk bersalaman yang dimaknai dengan maaf-maafan," bebernya.

Adapun kalimat yang pantas diucapkan untuk anak supaya mereka mau bersalaman di saat Lebaran tanpa iming-iming uang misalnya sebagai berikut

1. "Ayo salim sama Pakde, Lebaran waktunya saling bermaaf-maafan".

2. "Kita Lebaran kumpul di rumah kakek ya. Makan ketupat, salam-salaman dan bertemu saudara kita semua yang lain".

3. "Salaman tidak hanya untuk anak kecil ke orang dewasa. Begitu juga dengan teman, kamu harus saling memaafkan".

Pastinya dengan ucapan kalimat tersebut anak jadi paham dengan arti pentingnya bersalaman. Apalagi kalau mereka masih kecil, pasti momen dan ucapan seperti itu terus diingat hingga dewasa kelak.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini