nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Mudik Jauh, Idealnya Berapa Jam Sekali Harus Istirahat?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 13:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 14 196 1910348 perjalanan-mudik-jauh-idealnya-berapa-jam-sekali-harus-istirahat-zdol6s0vz0.jpg Ilustrasi Mudik. (Foto: Hellosehat)

PERJALANAN mudik ke kampung halaman jarang terhindar dari kemacetan, terlebih di puncak arus mudik seperti sekarang ini. Berdiam diri selama kemacetan tentu bisa membuat tubuh terasa kaku karena otot-otot menjadi tegang. Maka dari itu, harus dilakukan beberapa cara guna merilekskan tubuh kembali.

Dokter spesialis keolahragaan, dr Michael Triangto, SpKO menjelaskan bahwa dengan posisi duduk di kendaraan yang terbatas karena tidak ada ruang, membuat otot-otot tubuh tidak lentur.

"Jadi bilamana memungkinkan setiap dua jam sekali maksimal, harus beristirahat. Dengan demikian bisa dilakukan gerakan stretching untuk otot-otot ataupun tungkai yang memang kaku," ungkap saat dihubungi Okezone.

Baca Juga: Gadis Asia Cantik Bertato Viral di Internet, Siapa Dia Sebenarnya?

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik Pelabuhan Merak

Banyak gerakan stretching atau peregangan yang bisa dilakukan selama perjalanan. Tidak butuh waktu lama, menurut dr Michael 5-10 menit saja sudah cukup. Adapun macam-macam gerakan yang bisa dilakukan antara lain peregangan batang tubuh, pinggang, dan tungkai bawah.

Dia melanjutkan, untuk peregangan batang tubuh, gerakan yang bisa dilakukan adalah menyilangkan tangan di depan dada dan meletakkannya di bahu. Kemudian miringkan badan ke kanan dan kiri secara bergantian.

Selanjutnya untuk peregangan pinggang bisa dilakukan dengan cara meletakkan tangan di salah satu lutut dan menariknya. Bisa juga dengan menyelipkan tangan di belakang pinggang lalu menengadahkan badan ke depan. Sedangkan untuk peregangan tungkai bisa dengan melakukan gerakan menarik lutut mendekati ke arah dada.

Baca Juga: 10 Penemuan yang Cabut Nyawa Penemunya, Salah Satunya Ciptakan Mobil Terbang!

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik Pelabuhan Merak

Peregangan membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar sehingga bisa membuat perjalanan menjadi lebih baik. Bagi pengemudi, bisa juga dilakukan latihan kekuatan otot ringan agar dapat mengendalikan kemudi dengan baik.

"Gerakannya bisa seadanya saja, semampunya saja. Contohnya meluruskan tungkai, kemudian arahkan ujung jari kaki arahkan ke arah tubuh. Gerakan ini melatih tungkai bawah bagian depan,” terang dr Michael.

Sebaliknya, mengarahkan ujung jari menjauh dari tubuh dapat meregangkan betis dan otot-otot tungkai bawah bagian. Lebih lanjut dr Michael menjelaskan bila seseorang, baik pengemudi maupun penumpang, tidak meluangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan peregangan, ada masalah yang mengintai. Salah satunya adalah rasa lelah yang berlebih sehingga menyebabkan kantuk dan risiko terjadinya kecelakaan menjadi lebih besar.

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik Pelabuhan Merak

“Bagaimana mau mengendarai dengan baik bila tidak ada istirahat sedangkan perjalanan masih jauh? Kelelahan berlebihan akan membuat respon tubuh terhadap sistuasi lalin menjadi melambat sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan," kata dia.

"Selain itu ingat, istirahat bukan semata untuk fisik kita saja karena mesin kendaraan yang digunakan juga butuh istirahat,” pungkas dr Michael.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini