nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambut Piala Dunia 2018, Beberapa Kota di Rusia Bunuh Ratusan Anjing Liar di 7 Kota

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 11:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 14 406 1910338 sambut-piala-dunia-2018-beberapa-kota-di-rusia-bunuh-anjing-ratusan-anjing-liar-di-7-kota-tjhZ6bvEVF.jpg Anjing Liar di Rusia (Foto: Foxnews)

PIALA dunia 2018 telah dimulai di Rusia pada Kamis (14/6/2018). Tentunya banyak penggemar sepakbola yang datang ke negeri beruang merah ini untuk mendukung tim yang mereka jagokan.

Rusia dipilih menjadi tuan rumah dalam gelaran akbar sepakbola empat tahunan tersebut. Namun, kebanggaan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 harus sedikit terganjal dengan masalah lingkungan.

Sebagaimana diketahui, Di Rusia terdapat banyak anjing dan kucing liar yang berkeliaran. Pemerintah berupaya mengurangi populasi mereka untuk mencegah penyerangan terhadap para suporter bola yang datang ke negara itu.

Kabarnya beberapa kota di Rusia mempersiapkan acara sepakbola tersebut dengan melanggar hak asasi hewan. Merek dengan sengaja menembak dan membunuh anjing-anjing liar.

Hal ini memang bukanlah yang pertam kali dilakukan Rusia. Pada 2014 ketika Sochi menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, banyak anjing liar yang ditembak orang-orang dengan panah beracun. Pemerintah kota Sochi rela membayar 30 ribu USD untuk membunuh 1200 anjing dan kucing liar tersebut.

Kabarnya sejumlah aktivis marah dengan aksi tak bermoral ini. Sekiranya tujuh dari 11 kota di Rusia hang menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia telah memerintahkan anjing dan kucing liar untuk dibunuh. Hanya Moskow, St.Petersburg, Nizhny Novgorod dan Kaliningrad yang dilaporkan memiliki kebijakan untuk menentang pembunuhan terhadap hewan liar tersebut.

Mendengar kabar tersebut FIFA dan Komite Pengorganisasian Lokal Rusia enggan memberikan komentar langsung kepada awak media. Mereka hanya menyuruh salah seorang juru bicaranya untuk memberikan pernyataan mengenai tindakan tak bermoral tersebut.

“Tidak ada yang memperbolehkan perlakuan kejam terhadap hewan liar. Saya berharap agar kota tuan rumah dapat memastikan kesejahteraan hewan,” ungkap salah satu juru bicara yang tak disebutkan namanya, melansir dari Fox Sports, Kamis (14/6/2018).

Menanggapi pernyataan tersebut, wakil presiden hewan untuk Humane Society International, Kelly O’Meara, menilai hal ini bukanlah pertama kalinya terjadi. Hal serupa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Ia menilai organisasi lokal di lapangan telah melihat sendiri pembunuhan tersebut dan menemukan mayat anjing-anjing liar tersebut di kemudian hari.

“Anjing tersebut diracuni oleh umpan atau anak panah yang terkontaminasi. Begitu mereka mati, para pemburu anjing akan berputar balik dan mengumpulkan bangkai mereka. Sebagian dari mereka di kumpulkan di tempat perlindungan dan dibunuh di kemudian hari,” tegas O’Meara.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini