Kenalkan Makna Lebaran untuk Anak, dari Usia Berapa?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 15 196 1910694 kenalkan-makna-lebaran-untuk-anak-dari-usia-berapa-pKicKxkG0t.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETELAH berpuasa selama satu bulan terakhir, momen kemenangan yang paling dinantikan ialah perayaan Idul Fitri. Semua kalangan menyambut dengan hangat, terkecuali anak-anak.

Mereka selalu menantikan momen Hari Idul Fitri karena menjadi ajang bertemu keluarga dekat. Mereka bisa berkumpul dengan para sepupuh terkasih yang mungkin jarang bertemu. Terlebih, kalau mereka ikut merantau orangtuanya dan mengikuti tradisi mudik Lebaran. Kesan hangat dan penantian untuk bertemu kakek dan nenek paling ditunggu-tunggu.

Namun belum semua anak mengenal makna Lebaran itu yang sebenarnya harus diketahui. Mudah sekali jika orangtua ingin mengajarkan hal ini kepada mereka, apalagi ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: Silaturahmi dan Bertemu Calon Mertua? Simak Dulu Tips Make-Up dari Bubah Alfian

Nah, kapan ya memulai mengenalkan anak-anak akan pentingnya makna Lebaran supaya mereka paham dengan arti kebersamaan saat bertemu keluarga dekat? Psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan, anak-anak mulai beranjak usia 7 tahun sepatutnya dikenalkan makna Lebaran yang sesungguhnya.

"Mereka ini sudah paham dan pasti bertanya, tapi terkadang orangtua bingung jawab. Padahal mudah banget, ketika anak bertanya apa itu Lebaran," ujarnya saat ditemui Okezone.

Dijelaskan Diana, Lebaran merupakan salah satu tujuan mutlak umat Muslim yang meraih kemenangan usai berpuasa. Mereka memanfaatkan momen ini jadi ajang membangun kedekatan dengan keluarga, terutama yang tinggal jauh atau jarang bertemu.

Paling tidak, kenalkan anak-anak apa pentingnya berbagi dengan sanak saudara atau menghabiskan waktu bersama-sama dalam sementara. Ini akan jadi hal menyenangkan sekali buat mereka.

Baca Juga: Pusing Ditanya Kapan Nikah? Coba Jawab dengan 6 Ungkapan Ini, si Penanya Pasti Bakal Menyesal

Nah, metode yang pantas dan mudah dipraktikan ialah mengenalkan makna Lebaran lewat dongen, buku cerita, film pendek atau lagu. Mereka akan tertarik dan cepat menangkap apa yang diajarkan. "Kalau cuma pakai teori semata anak-anak pasti bosan. Jadi metodenya pakai cerita atau film yang paling menarik," terangnya.

Sejak dini mereka harus diberi tahu hal ini supaya mau berbagi dan rindu akan kebersamaan dengan saudara sebaya. Serta perilaku mereka akan diperhatikan keluarga dekat, terlebih kakek dan nenek yang sangat mencintai mereka.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini