nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Sudah Kecanduan Ponsel? Psikolog Sarankan Lakukan Upaya Ini untuk Memutus Dampak Buruknya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 Juni 2018 12:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 20 196 1911862 anak-sudah-kecanduan-ponsel-psikolog-sarankan-lakukan-upaya-ini-untuk-memutus-dampak-buruknya-WfiYYLdtru.jpg Main Gadget (Foto: Videoblocks)

PENGGUNA ponsel pintar di Indonesia sepertinya semakin meningkat. Bahkan, penggunanya kini sudah merambah ke anak-anak.

Sudah banyak beredar di media sosial anak-anak yang menggunakan ponsel untuk beraktivitas. Ya, salah satunya menggunakan ponsel untuk membuat video-video yang mengocok perut sekaligus "mengasah" kreativitas mereka.

Walau pun ada embel-embel positif dari ponsel, bahaya dari memberikan ponsel ke anak tentunya lebih besar. Hal ini berkaitan dengan fenomena phubbing yang semakin marak di masyarakat kita.

Phubbing atau phone snubbing ini biasanya membuat seseorang akan mengabaikan lingkungan sekitarnya dan lebih memilih untuk berinteraksi dengan ponsel pintarnya. Sesuatu yang buruk, bukan?

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan bahwa masalah fenomena ini terletak dari kebiasaan seseorang yang akhirnya membuat dia terpisah dari dunia nyata. Alhasil, antisosial menjadi dampak terburuknya.

"Banyak dampak yang bisa ditimbulkan dari phubbing ini. Salah satunya adalah kecanduan. Ini yang kemudian akan membuat seseorang akan meluangkan waktunya lebih lama untuk ponselnya dibandingkan harus menjalani kehidupan aslinya," papar Mei pada Okezone, Rabu (20/6/2018).

Kemudian, apa yang bisa dilakukan untuk menghilangkan fenomena berbahaya ini?

Mei menjelaskan bahwa fenomena ini tentu bisa dihilangkan. Asalkan ada niat dan ketegasan untuk menggantinya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah perilaku. Tidak hanya sekadar menanggalkan ponsel, tetapi juga menyangkut aspek kognitifnya.

"Hal ini bisa dibantu psikolog dengan tehnik Cognitive Behaviour Teraphy," terang Mei.

Lalu, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberi batasan. Ini terkait dengan penggunaan ponsel maupun alat teknologi lainnya. Batasan itu bisa dengan konsep ini;

A. Berapa lama Anda harus menghabiskan waktu di depan smartphone, setelah itu tinggalkan dan fokus ke hal lain.

B. Tentukan zona waktu di mana smartphone tidak boleh "hadir" di antara Anda di moment kebersamaan, misalnya saat makan malam, acara keluarga, atau sedang diskusi.

C. Tinggalkan HP Anda di suatu tempat di mana Anda rasa tidak akan mengganggu acara Anda bersama dengan keluarga, teman, atau relasi. Anda juga dapat menonaktifkan notifikasi yang tidak penting atau disilent.

Jika cara di atas masih belum bisa juga membantu, Mei coba menyarankan untuk lakukan perubahan kebiasaan. Ini bisa dimulai dengan membangun percakapan sesering dan semenarik mungkin. Jadi, Anda bisa mencari topik pembicaraan yang dianggap seru agar Anda tidak terfokus pada smartphone saja.

Upaya terakhir yang mungkin bisa membantu Anda menanggalkan kebiasaan buruk ini adalah dengan bersosialisasi. "Anda bisa mencari tempat nongkrong yang nggak ada wifi-nya. Ini supaya Anda bisa lebih fokus dengan obrolan bersama teman dibandingkan harus cek-cek hp terus," tambah Mei.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini