nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Anak-Anak yang Makan saat Emosi Rentan Terkena Diabetes

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 20 Juni 2018 22:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 20 196 1912049 hati-hati-anak-anak-yang-makan-saat-emosi-rentan-terkena-diabetes-0dQd4Xrfdu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK bisa dipungkiri bila angka obesitas pada anak kini semakin tinggi. Kondisi ini dipicu lantaran konsumsi makanan yang tidak seimbang seperti terlalu banyak junk food dan cemilan serta kurangnya aktivitas fisik. Bila terus dibiarkan maka kesehatan anak di masa depan akan bermasalah.

Sekarang ini, banyak anak yang makan sesuatu hanya karena perasaan emosional. Entah itu karena rasa stres atau kesal terhadap situasi yang dihadapinya. Belum lagi orangtua cenderung menggunakan makanan sebagai penenang anak.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University College London (UCL), menemukan bahwa penyebab utama dari makan emosional adalah lingkungan rumah dan sebagian besar karena perilaku orangtuanya. Tak hanya menyebabkan anak kelebihan berat badan, perilaku makan emosional juga bisa membuat anak mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada perkembangannya.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Terlahir Jadi Perfeksionis, Siapa Saja Mereka?

"Mengalami stres dan emosi negatif dapat memiliki efek yang berbeda pada setiap orang termasuk anak-anak. Beberapa anak mengidamkan camilan favoritnya, sementara yang lain kehilangan keinginan nafsu makan ketika merasa stres atau sedih," ungkap pemimpin penelitian Dr Moritz Herle seperti yang dikutip dari Independent, Rabu (20/6/2018).

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya, yang menyatakan kelebihan dan kekurangan makan pada anak-anak sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Baca Juga: Piala Dunia Jadi Ajang Wanita Rusia Berburu Turis, Jomblo Ikutan Gih

Dari hasil penelitian yang melibatkan 398 anak itu, peneliti menjelaskan bahwa emosi berlebihan dan kurang makan dapat berlanjut di dalam kehidupannya. Pada gilirannya, kondisi tersebut menjadi faktor risiko untuk perkembangan obesitas atau gangguan makan seperti anoreksia nervosa.

"Kami akan terus meneliti lingkungan rumah untuk menemukan faktor-faktor yang mungkin memainkan peran dalam makan emosional termasuk cara orangtua memberikan makan atau perasaan anak saat di meja makan," pungkas peneliti lain Dr Clare Llewellyn.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini