Terlalu Banyak Diatur, Anak-Anak Malah Susah Beradaptasi saat Dewasa

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 20 Juni 2018 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 20 196 1912055 terlalu-banyak-diatur-anak-anak-malah-susah-beradaptasi-saat-dewasa-2Rck6ZOXwQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERUBAHAN zaman telah memengaruhi banyak pola perilaku. Termasuk dalam hal pengasuhan anak. Contohnya, kini orangtua dari generasi milenial lebih banyak mencari tahu tentang pola asuh anak yang baik dan benar, ketimbang menelan mentah-mentah cara yang diajari oleh orangtuanya.

Orangtua dari generasi milenial pun lebih berusaha mendengarkan pendapat anaknya, sehingga anak mereka menjadi lebih ekspresif. Pola pengasuhan seperti ini dikenal dengan istilah drone parenting. Tetapi, masih ada pula orangtua generasi milenial yang tetap menerapkan pola asuh yang diberikan orangtuanya kepada anak mereka.

Pola asuh orangtua zaman dahulu dikenal dengan istilah helicopter parenting. Dalam pengasuhan tersebut, orangtua bertindak untuk mengendalikan apapun tindakan anak. Tapi tahukah Anda, bila ternyata pola pengasuhan ini membawa dampak negatif pada anak?

Anak-anak yang berasal dari orangtua yang terlalu mengendalikan cenderung berusaha keras di sekolah. Tak jarang mereka berperilaku buruk. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian oleh para ahli di University of Minnesota.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Terlahir Jadi Perfeksionis, Siapa Saja Mereka?

Hasil penelitian menyatakan bila helicopter parenting dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan emosional anak yang membuat mereka kurang mampu mengendalikan diri dan mengatasi situasi sosial.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak yang berada dalam pengasuhan drone parenting mungkin kurang mampu menghadapi tuntutan untuk bertumbuh, terutama untuk menavigasi lingkungan sekolah yang kompleks," ujar penulis utama penelitian Nicole Perry seperti yang dikutip dari Independent, Rabu (20/6/2018).

Anak-anak yang sangat berada dalam kendali orangtuanya tidak dapat mengatur emosi dan perilaku mereka secara efektif untuk bertindak di ruang kelas serta memiliki kesulitan untuk mencari teman dan berjuang di sekolah.

Baca Juga: Aneh Tapi Nyata, Muncul Fenomena Hujan Seafood di China Bikin Heboh

Sebaliknya, anak-anak yang belajar untuk menangani situasi menantang tanpa campur tangan dari orangtua malah lebih sukses di kemudian hari. Hasil penelitian ini pun diterbitkan dalam jurnal Development Psychology oleh American Psychological Association.

“Anak-anak yang mengembangkan kemampuan secara efektif untuk menenangkan diri selama situasi menyedihkan dan melakukan tindakannya sendiri, lebih mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan. Temuan kami menggarisbawahi pentingnya orangtua mendukung otonomi anak supaya penanganan tantangan emosionalnya menjadi lebih baik," pungkas Nicole.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini