nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Rokok Eletrik yang Tak Seindah Mitosnya, Sama-Sama Sebabkan Kanker!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 21 Juni 2018 16:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 21 481 1912300 fakta-rokok-eletrik-yang-tak-seindah-mitosnya-sama-sama-sebabkan-kanker-17h6IMA7PU.jpg Ilustrasi Vape. (Foto: Ecigsuk)

SERING dianggap lebih sehat, para perokok kini mulai beralih dari menghisap sebatang rokok ke rokok elektrik (e-cigarette) atau vape. Banyak yang juga mengatakan beralih menghisap rokok elektrik agar bisa berhenti merokok.

Benarkah demikian? Pada faktanya tidak selalu seperti itu. Rokok elektrik atau vape juga mengandung risiko yang sama dengan sebatang rokok konvensional. Berikut fakta-fakta mengenai rokok elektrik dan vape, menurut laman Center On Addiction, Kamis (21/6/2018).

Baca Juga: Piala Dunia Jadi Ajang Wanita Rusia Berburu Turis, Jomblo Ikutan Gih

1. Tetap berdampak buruk pada kesehatan

Anggapan bahwa rokok elektrik lebih sehat sepenuhnya salah. Rokok elektrik juga punya risiko yang sama besar terhadap kesehatan, seperti kerusakan otak, jantung, dan paru-paru, pertumbuhan sel kanker serta gangguan janin pada wanita hamil.

2. Mengandung nikotin

Salah satu dalih para perokok beralih menggunakan rokok elektrik adalah ketiadaan nikotin. Padahal, rokok elektrik dan vape juga tetap mengandung nikotin yang adiktif. Kecanduan rokok elektrik atau vape justru bisa membuat Anda kembali menghisap sebatang rokok konvensional.

3. Tidak cukup ampuh membuat berhenti merokok

Rokok elektrik dan vape sering dianggap alternatif yang tepat untuk mulai berhenti merokok di kalangan perokok. Nyatanya, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa menghisap rokok elektrik atau vape benar-benar menghentikan kebiasaan merokok.

Baca Juga: Bukan Tampang dan Uang, Inilah yang Buat Wanita Jatuh Cinta Pada Pria

4. Belum ada bukti kandungan aerosolnya aman

Penelitian untuk membuktikan efek jangka panjang nikotin cair (aerosol) terhadap kesehatan dan kandungan kimia lainnya sangat terbatas. Yang jelas, nikotin cair yang digunakan pada vape dan rokok elektrik mengandung sejumlah racun berbahaya seperti logam berat dan karsinogen.

Menurut South China Morning Post, rokok elektrik tetap mengandung tembakau. Alih-alih dibakar, tembakau hanya dipanaskan dengan menggunakan perangkat elektronik. Pengguna kemudian menghirup aerosol yang mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya.

Rokok elektrik juga sering disebut rokok herbal karena dibuat dari ekstrak tanaman, rempah-rempah, atau buah-buahan, alih-alih tembakau. Namun, tetap saja rokok elektrik dikonsumsi dengan cara dibakar sehingga mirip dengan rokok konvensional.

(mrt)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini