nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenalan Dulu Yok dengan Budaya Betawi, dari Lenong sampai Silat Ada di Sini!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 24 Juni 2018 08:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 23 196 1913201 kenalan-dulu-yok-dengan-budaya-betawi-dari-lenong-sampai-silat-ada-di-sini-gJGR0ZwPxB.jpg Ondel-Ondel (Okezone)

SUKU Betawi adalah penduduk asli Jakarta yang kini sebagian besar masih bermukim di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Orang-orang yang berasal dari Suku Betawi biasanya memiliki keturunan ras campuran, seperti Arab, Portugis, Jepang, China, India, hingga Belanda.

Sama seperti suku-suku lainnya, masyarakat Suku Betawi pun memiliki kebudayaan yang khas dan menjadi identitasnya. Rumah tradisional, makanan tradisional, pakaian tradisional, hingga hiburan yang bernuansa seni tradisional pun Betawi punya.

Nah, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke 491 tahun ini, yuk kenali lebih dalam budaya Betawi, Minggu (24/6/2018).

Baca juga: Heboh! Pernikahan Remaja Asal Rusia Ini Habiskan Dana hingga Rp22 Miliar!

1. Lenong

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal lenong hanyalah sebatas pertunjukkan teater yang menggelitik perut penonton. Padahal, untuk membawakan sebuah pertunjukan lenong, para pemainnya harus melakukan ungkup, sebuah upacara khusus yang berisikan doa dan sesaji. Eksistensi lenong sempat terjun bebas, hingga akhirnya kembali bangkit dan populer oleh tayangan televisi pada 1970. Beberapa seniman lenong kemudian lahir dan terkenal, di antaranya Bokir, Nasir, Siti, dan Anen.

Ondel-Ondel

2. Ondel-ondel

 Baca juga: Bukan Meghan Markle, Ini Prediksi Nama-Nama Wali Pangeran Louis

Siapa yang tidak mengenal seni pertunjukkan Betawi yang satu ini? Ondel-ondel kini bahkan sudah turun ke jalan untuk mencari tambahan pendapatan. Meskipun sekarang ondel-ondel dijadikan sarana mencari uang, boneka raksasa khas Betawi ini memiliki filosofi yang amat dalam, karena memainkan peran leluhur atau nenek moyang, yang menjaga anak cucu atau penduduk. Masyarakat asli Betawi pun menganggap ondel-ondel sebagai penolak bala dan kehadirannya dianggap penting dalam ritual potong padi.

3. Tanjidor

Musik tradisional khas Betawi disebut tanjidor, yang berasal dari bahasa Portugis, tanger yang berarti memainkan alat musik. Tangedores atau tanjidor awalnya dimainkan oleh budak belian, pemain musik bayaran, hingga masyarakat asli Betawi yang lambat lain memainkan lagu-lagu dan irama khas Betawi. Sementara, di Portugal tangedores biasa dimainkan saat pawai-pawai keagamaan pada pesta, seperti pesta Santo Gragorius, pelindung Kota Lissabon.

Tanjidor sindo trijaya

Baca juga: Jersey Negara Peserta Piala Dunia yang Fashionable, Mana yang Paling Kamu Suka?

4. Tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai diciptakan oleh Wiwik Widiastuti, koreografer Yogyakarta pada 1998. Tarian ini menjadi populer dan sering ditampilkan pada acara seni dan pariwisata dalam negeri hingga mancanegara. Tari yang dibawakan oleh sekira empat hingga enam gadis kecil ini, bisa dibilang merupakan paduan dari gaya Cokek, Tari Topeng, dan ada pengaruh China.

5. Roti buaya

Tidak lengkap rasanya bila warga asli Betawi menikah tanpa ada roti buaya. Kehadiran roti berbentuk buaya yang cukup besar dalam acara pernikahan ini bukan tanpa alasan atau sekadar kebiasaan belaka, sebab makna roti buaya terkait dengan perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Buaya juga dianggap sebagai hewan yang melambangkan kesabaran.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini