nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya Sebagai Seni Pertunjukan, Dulu Ondel-Ondel Dianggap Sebagai Penolak Bala

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 24 Juni 2018 09:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 24 406 1913295 tak-hanya-sebagai-seni-pertunjukan-dulu-ondel-ondel-dianggap-sebagai-penolak-bala-rrwGAJ6lR3.jpg Pertunjukkan Ondel-Ondel (Foto: Okezone)

BAGI Anda yang tinggal di Jakarta, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ondel-ondel. Boneka raksasa yang memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter itu merupakan kesenian Betawi dan salah satu ikon ibu kota. Selain itu, sekarang di jalan-jalan protokol sering ditemui rombongan ondel-ondel yang menari dengan iringan musik

Ondel-ondel terbuat dari rangka bambu dan kayu serta menggunakan ijuk untuk rambutnya. Biasanya dibuat sepasang yaitu laki-laki dan perempuan. Ondel-ondel laki-laki wajahnya berwarna merah sedangkan yang perempuan wajahnya berwarna putih. Lalu kemudian ondel-ondel akan digerakkan oleh manusia dengan cara manusia tersebut masuk ke dalamnya dan terdapat iringan musik.

Merangkum berbagai sumber, Minggu (24/6/2018), dulunya ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan dan pelindung di kampung-kampung. Ondel-ondel dianggap sebagai leluhur yang melindungi turunannya. Maka tak heran bila ada unsur mistis di dalamnya. Namun ondel-ondel memiliki makna simbolis yaitu menyimpan kearifan untuk menjunjung hidup bersih dari kejahatan dan sebagai pengingat untuk melenyapkan sesuatu yang merusak tatanan kehidupan.

Awal mula keberadaan ondel-ondel hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan buku yang dikarang oleh W. Scot tertulis jenis boneka seperti ondel-ondel sudah ada pada tahun 1605 di Jakarta. Sementara wisatawan asal Amerika, E.R. Scidmore mengatakan saat tinggal di Batavia dirinya sudah menemukan tarian jalanan seperti ondel-ondel pada abad ke-19. Selain itu, dalam buku berjudul Geschiedenis Van Java Jilid II karya W. Fruin Mees terungkap jika di abad ke-17 sudah ada iring-iringan dengan menampilkan boneka besar yang digerakkan oleh manusia.

Seiring berjalannya waktu, seni pertunjukan ondel-ondel tidak hanya untuk menolak bala tapi mulai menjadi bagian dalam semarak pesta rakyat, penyambutan tamu kehormatan, arak-arakan pengantin sunat, atau acara pernikahan. Musik pengiring ondel-ondel terdiri dari Gendang Tepak, Gendang Kempul, Kenong Kemong, krecek, gong, dan terompet. Ada pula yang mengiringnya dengan pertunjukan pencak silat Betawi.

Lalu pada masa Gubernur Ali Sadikin, ondel-ondel diangkat menjadi kesenian Betawi diangkat. Tujuannya untuk menaikkan citra masyarakat Betawi dengan ciri khasnya dan menjadikan DKI Jakarta sebagai kota tujuan wisata. Sejak saat itu, ondel-ondel berfungsi sebagai seni pertunjukan yang menghibur. Adapun Ondel-ondel sebagai pajangan, peletakkannya di sebelah kiri dan kanan pintu masuk.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini