nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekali Lihat, Uskup Michael Curry Sebut Cinta Pangeran Harry-Meghan Markle Amat Kuat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 10:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 25 196 1913556 sekali-lihat-uskup-michael-curry-sebut-cinta-pangeran-harry-meghan-markle-amat-kuat-ZnHr4rmBVM.jpg Pangeran Harry dan Meghan Markle (Foto: Independent)

MOMEN ikonik tercipta saat Uskup Michael Curry dari Amerika Serikat (AS) memberikan khotbah mengenai kekuatan cinta saat pernikahan antara Pangeran Harry dan Meghan Markle pada 19 Mei lalu. Ia tercatat sebagai pemuka agama berkulit hitam pertama yang berkhotbah di Kapel Saint George Kastil Windsor, Inggris.

Satu bulan usai momen ikonik itu, Uskup Michael Curry angkat bicara mengenai hubungan pasangan tersebut. Meski tidak mengenal secara pribadi dan belum pernah bertemu hingga saat pernikahan, pria berusia 65 tahun itu mengakui pasangan sejoli itu benar-benar saling mencintai yang terlihat dari cara mereka saling memandangi.

“Ketika saya menyadari hal tersebut, merupakan suatu berkat menjadi bagian dari pernikahan tersebut. Mereka benar-benar saling mencintai,” ungkap Uskup Michael Curry dalam wawancara dengan majalah US Weekly, mengutip dari Independent, Senin (25/6/2018).

“Mereka saling memandangi seperti sangat mencintai. Saya ingat usai berkhotbah berkata ‘Dua orang ini saling mencintai satu sama lain’. Mereka melihat satu sama lain dan rasa cinta keduanya menyatukan kita semua,” imbuh Uskup Agung Gereja Episkopal Amerika Serikat itu.

Cinta yang dirasakan keduanya punya pengaruh amat dalam kepada khotbah selama 14 menit yang disampaikan oleh Uskup Michael Curry. Menurutnya, cinta antara Harry dan Meghan dapat membawa hubungan antara Inggris dengan AS lebih dekat, tidak hanya dalam tingkat diplomatik, tetapi juga people to people.

Meghan Markle

Bagi pria keturunan Afrika itu, Harry dan Meghan juga menyatukan orang-orang dengan perspektif relijius, agama, pandangan politik, orientasi seksual, kelas sosial, ras, dan bangsa-bangsa yang berbeda. Kasih sayang keduanya, meski hanya beberapa detik, menunjukkan kekuatan dari cinta yang tidak mementingkan diri sendiri.

Uskup Michael Curry mengaku sempat merasakan tekanan karena perannya yang begitu penting dalam pernikahan tersebut. Namun, ketika mulai mengucapkan sepatah kata, ketegangan hilang dari wajahnya.

Uskup Curry

Pria berkacamata itu sempat tidak percaya saat diundang untuk menyampaikan khotbah. Apalagi, undangan tersebut diberikan kepadanya di sekitar awal April yang sering dijadikan momen untuk mengerjai orang lain alias April Mop.

Curry mengatakan, khotbah yang disampaikannya awalnya hanya disusun untuk 6-7 menit saja. Namun, ketika sudah mulai berbicara, dirinya terbawa suasana hingga khotbah lebih panjang dan begitu menyentuh.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini