nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perairan Indonesia Berpotensi Jadi Destinasi Internasional Berkat Khatulistiwa

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 19:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 25 406 1913855 perairan-indonesia-berpotensi-jadi-destinasi-internasional-berkat-khatulistiwa-RwwyLaGoST.jpg Sail Tomini 2015 (Foto: Okezone)

SELAMA duduk di bangku sekolah dasar tentu sebagian besar masyarakat tahu Indonesia dilewati garis khatulistiwa. Ternyata, selain memiliki cahaya matahari yang melimpah, keuntungan lainnya pun bisa dimanfaatkan Indonesia, salah satunya di bidang wisata bahari.

Wisata tersebut tidak hanya terkait pantai saja, tapi perairan atau laut Indonesia pun bisa dieksplorasi keindahannya. Seperti acara wisata layar bertajuk Wonderful Sail2Indonesia (WS2I) 2018 yang rute kapal layarnya akan memasuki Indonesia pada 25 Juli 2018 mendatang.

Garis khatulistiwa membawa keuntungan bagi Indonesia, karena menjadi pedoman dalam berlayar bagi kapal layar atau yacht asing. Angin tenggara yang berhembus pada Juli hingga November tahun ini misalnya, akan membawa wisatawan mancanegara dari 15 negara ke Indonesia.

 (Baca Juga:Tarik Kunjungan Wisman, Indonesia Gelar International Yacht Rally dari 15 Negara)

"Guidence kita adalah khatulistiwa karena kita belajar waktu SD, ketika angin membentur garis khatulistiwa maka arahnya akan berbalik. Nah, angin yang berhembus dari Juli sampai November adalah angin tenggara akan mendorong mereka dari Australia ke Asia," jelas Raymond T. Lesmana, Anggota Bidang II tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, dalam pemaparannya di jumpa media sekaligus peluncuran Wonderful Sail2Indonesia 2018, di Jakarta, Senin (25/6/2018).

 

Lanjut Raymond dengan penuh semangat, setelah berhasil mendatangkan wisatawan asing dengan kapal layar, masyarakat Indonesia harus membuat mereka senang dan berkesan saat mengunjungi Insonesia. Tujuannya jelas, agar nama Indonesia kian harum dan semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Nah, berikutnya kita akan membuat mereka bahagia. Kenapa? Karena mereka nantinya akan membicarakan negara kita yang baik-baik, selanjutnya mempromosikan negara lain, yang dampaknya untuk negara kita sendiri, masyarakat," imbuhnya.

 (Baca Juga:Ingin Travelling Bareng si Kecil, Simak 4 Tipsnya Supaya Nyaman di Jalan)

Pria yang mengenakan kemeja putih itu pun mengungkapkan harapannya dengan adanya acara bertaraf internasional seperti ini bisa mendorong pemuda-pemudi daerah untuk membekali diri dengan bahasa Inggris dan berani berkomunikasi dengan orang asing. Pun ramah saat menyambut wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke daerahnya.

"Saya mengutamakan masyarakat yang masih muda-muda, agar nantinya termotivasi. Bisa dibayangkan pendapatan yang bisa kita peroleh nantinya," ujar Raymond.

 

Raymond kembali menegaskan keberadaan garis khatulistiwa begitu penting dalam membuat program reli wisata layar, karena lintasan WS2I adalah jalur sirkum navigasi dunia, dari Amerika, Hawaii, Fiji, dan lainnya. Dirinya pun tidak pernah memasukkan rute lintasan di atas garis khatulistiwa karena hembusan anginnya kerap berubah.

"Selama ini kita hanya jadi lintasan saja belum destinasi, tapi sedang menuju ke sana. Tahun lalu kita punya kunjungan yacht yang bukan reli sebanyak 2.300, itu yang kita harapkan bukan relinya yang banyak. Ini adalah jalur utama dan akan memaksimalkan dampak dari acara wisata layar yang diadakan," pungkas Raymond.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini