50 Penelitian Tunjukkan Susu Dapat Menurunkan Diabetes Melitus

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 25 481 1913634 50-penelitian-tunjukkan-susu-dapat-menurunkan-diabetes-melitus-smBpsC2eni.jpg Ilustrasi. Foto: Thespruce

DITINJAU dari keutamaannya sebagai sumber gizi yang berlimpah, susu memberi kontribusi asupan zat gizi yang bermanfaat dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.

Data dari Global Nutrition Report 2015, menempatkan Indonesia dengan masalah gizi yang kompleks, dengan indikator masih tingginya jumlah balita kurang gizi (underweight ) dengan ciri pendek (stunting), kurus (wasting ), kekurangan berat badan, dan menderita anemia.

Kondisi tersebut tentu berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup individu pada masa yang akan datang. Pemenuhan gizi seimbang dengan mengonsumsi buah, sayur, pangan hewani, nabati, dan sumber karbohidrat dipercaya menjadi solusi tepat untuk memperbaiki status gizi bangsa.

Ahli gizi sekaligus Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Dr Marudut BSc MPS menjabarkan peran susu dalam membantu percepatan perbaikan gizi di Indonesia.

[Baca Juga: Moon Milk, Tren Susu Baru yang Diklaim Sembuhkan Insomnia]

“Susu merupakan salah satu sumber gizi yang dibutuhkan dalam membantu mendukung pertumbuhan anak karena memiliki berbagai muatan baik. Yang pertama protein, dengan kualitas terbaik di antara berbagai jenis pangan dan hanya setara dengan protein pada telur,” beber Marudut.

Foto: Fitday

Dia melanjutkan, susu juga merupakan sumber kalsium yang dapat dengan mudah digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh. Asupan kalsium yang cukup sejak usia dini dapat menjadi investasi kesehatan pada masa yang akan datang.

Selain itu, kandungan protein, fosfor, dan vitamin D yang terdapat pada susu sangat bermanfaat khususnya pada masa pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi susu rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang.

“Susu juga mengandung asam lemak unik dan kompleks yang berdasarkan berbagai penelitian berperan positif terhadap peningkatan kesehatan, tidak saja pada usia anak-anak, juga pada usia tua,” kata dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta 2 tersebut. Ini sesuai dengan review yang dipublikasi tahun 2015.

Adapun dari 50 penelitian menunjukkan lemak trans, khususnya asam trans palmitoleat, dalam susu dapat menurunkan diabetes melitus. Konsumsi susu juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah sistolik.

Kesimpulan tersebut dikuatkan oleh beberapa riset lain, misalnya saja hasil metaanalisis terhadap 22 penelitian tahun 2016 juga menyebutkan asupan susu yang tepat dapat menurunkan risiko obesitas dan diabetes. Menurut penjelasan Marudut, manfaat susu terhadap penyakit tidak menular didapatkan karena kandungan asam lemaknya.

Foto: Istimewa

“Terdapat 50 jenis asam lemak pada susu yang memiliki kandungan karbon rantai genap dan karbon rantai ganjil, serta memiliki asam lemak trans yang dihasilkan oleh proses biohidrogenasi,” paparnya.

[Baca Juga: Benarkah Konsumsi Susu Kuda Liar Bikin Kaum Adam 'Greng' di Ranjang?]

Segelas susu rata-rata mengandung 3-4 persen lemak susu dan dari jumlah lemak tersebut, 90 persen terdiri dari lemak jenuh, 3,7 persen lemak trans, dan 5,3 persen asam lemak tidak jenuh.

Susu memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran pencernaan, sedangkan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini