nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Percantik Diri, Soft Tissue Filler Paling Digemari Wanita

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 25 481 1913642 percantik-diri-soft-tissue-filler-paling-digemari-wanita-BBFQNswKDG.jpg Foto: Istimewa

BERDASARKAN hasil survei Euromonitor International tahun 2016, negara-negara berkembang memiliki kontribusi sebesar 51 persen bagi industri kecantikan global, termasuk di antaranya Indonesia yang memiliki pasar yang dinamis.

Dokter Olivia Ong, Founder Jakarta Aesthethic Clinic (JAC), menyebutkan, terdapat empat prosedur estetika yang paling banyak dilakukan orang di seluruh dunia, antara lain soft tissue filler, botulinum toxin, skin tightening, dan body contouring.

“Di JAC pun, soft tissue filler, botulinum toxin, peeling komedo, skin tightening, dan body contouring menjadi perawatan favorit pasien yang datang khusus ke JAC,” sebut dokter yang sudah memulai praktik kedokteran estetika sejak 2008 ini.

Namun, di antara prosedur estetika tersebut, soft tissue filler paling digemari di JAC. Dikutip dari laman resmi FDA, soft tissue filler atau yang juga dikenal dengan dermal fillers, sudah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat sejak lama.

Foto Filler: vitaestetic

[Baca Juga: Melakukan Filler di Wajah? Penjelasan Dokter Kecantikan Ini akan Mengejutkan Anda]

Cara kerjanya dengan menyuntikkan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen ke beberapa bagian wajah, seperti pipi, hidung, bibir, dagu, rahang, dan lainlainnya agar lebih bervolume.

Setelah menyuntik wajah dengan cairan tersebut, maka bagian wajah akan jadi lebih berisi sehingga keriput akan tersamarkan. Selain memberikan volume dan menghaluskan kerutan dalam yang terdapat dari daerah hidung sampai mulut, filler juga bermanfaat untuk menebalkan bibir tipis dan menghaluskan garis vertikal yang terdapat di sekitar ujung bibir, termasuk memberi volume di pipi.

Donna Agnesia, salah satu yang menjalani perawatan filler ini, di samping juga ultherapy (perawatan mengembalikan kulit kendur akibat penuaan), dan coolsculpting (prosedur menghilangkan lemak) di klinik estetik dokter Olivia.

Dikatakan Donna, ada beberapa hal menurutnya yang harus diperhatikan sebelum memutuskan melakukan filler atau treatment apa pun di klinik kecantikan. Adapun yang pertama, pastikan memilih klinik kecantikan yang terpercaya dengan dokter yang tentunya juga telah berpengalaman.

Foto Ilustrasi: Istimewa

“Semua perawatan yang aku lakukan itu benar-benar efektif. Contohnya, yang filler dan coolsculpting . Setelah lakukan perawatan, wajah aku makin segar. Treatment ini membuat wajah kita berubah tapi lebih alami,” ujar Donna saat membagikan pengalaman singkatnya di JAC.

Berbeda dengan filler, botox atau botulinum toxin adalah protein neurotoksin yang diproduksi oleh bakteri bernama Clostridium botulinum . Awal mulanya toksin ini digunakan untuk merawat permasalahan tubuh yang diakibatkan oleh otot yang overaktif seperti gerakan spastik korban stroke, kejang di kepala, leher, kelopak mata, hingga vagina.

Botox digunakan dalam dunia kecantikan untuk mengisi kerutan di wajah. Menurut dr Olivia, dirinya melihat wajah pasien lewat bentuk dan proporsi— perbandingan wajah dari satu orang dengan orang lainnya.

[Baca Juga: Suntik Filler Sembarangan, Bibir Wanita Ini Malah Jontor]

“Wanita yang menarik dan enak dipandang memiliki proporsi khusus di wajahnya. Ini yang ditangkap saat saya melihat wajah pasien,” sebutnya. Melalui bentuk dan proporsi wajah, wanita punya kekuatan yang terpancar masing-masing.

“Banyak kisah indah yang saya dengar langsung dari pasien-pasien kami di ruang perawatan, bagaimana prosedur estetika ini bisa membawa hidup mereka ke arah yang positif,” kata dr Olivia.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini