nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selfie Sembarangan di Gunung Kilauea Hawaii, Awas Bisa Kena Denda Rp70 Juta!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 26 Juni 2018 17:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 26 406 1914195 selfie-sembarangan-di-gunung-kilauea-hawaii-awas-bisa-kena-denda-rp70-juta-y5FUevXgie.jpg Ilustrasi (Foto: NYPost)

KEBIASAAN akan mengambil swafoto atau biasa disebut selfie, memang sudah jadi pemandangan biasa di mana-mana. Terutama di tempat-tempat yang sering dijadikan destinasi liburan, contohnya seperti Hawaii.

Akan tetapi, saat bertandang ke suatu tempat sebagai seorang turis, yang namanya awas dengan keadaan serta peraturan sekitar sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai karena tidak mengindahkan peraturan yang ada, banyak uang yang harus melayang hanya karena untuk membayar denda.

Contohnya seperti peraturan yang ada di zona lava Big Island, Hawaii, yang mana di tempat ini mengambil swafoto tidak boleh dilakukan. Mengapa sampai ada larangan untuk berswafoto di tempat ini? Well, hal ini ternyata dikarenakan pihak berwajib setempat merasa khawatir kepada para turis yang sedang berkunjung ke kawasan tersebut akan bisa melukai dirinya sendiri.

 Baca Juga: 6 Kue Termahal di Dunia, Harganya Bikin Anda Melongo!


Diketahui lebih lanjut, menurut laporan Hawaii News Now reported di awal pekan ini menyebutkan, bahwasanya para petugas setempat telah menangkap sekitar 40 orang karena nekat berkeliaran di kawasan zona lava sejak letusan gunung dimulai.

Hingga akhirnya, pihak pemerintah harus meningkatkan hukuman untuk tindakan nekat berada di dalam zona tersebut. Tidak main-main, untuk para pelanggar yang masih nekat berkeliaran, mengambil foto di area ini bisa dikenai ancaman hukuman satu tahun kurungan penjara dan denda sebesar USD5000 atau sekira Rp70,8 juta! Nilai yang cukup fantastis bukan?

Seperti yang diutarakan oleh David Ige sebagai Gubernur setempat, hukuman cukup berat di atas, dirasa perlu untuk diterapkan mengingat para masyarakat dinilai masih gagal untuk mematuhi instruksi yang telah dikeluarkan petugas yang berwenang.

 

“Saya rasa ada kebutuhan untuk memperkuat alat penegakan hukum bagi pejabat manajemen darurat negara dan negara dalam mengendalikan akses publik ke daerah berbahaya dan upaya evakuasi terkait. Sebagai akibat dari kegagalan masyarakat dalam mematuhi instruksi dan perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang,” bunyi pernyataan David Ige.

 Baca Juga: Waspada! 7 Makanan Sehari-hari Ini Ternyata Mengandung Racun Mematikan

Sementara itu, erupsi gunung Kilauea sendiri diketahui sudah terjadi sejak 3 Mei lalu dan kurang lebih telah berlangsung selama satu bulan, dengan tidak ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu yang cepat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini