Antara Kanker dengan Stroke, Testosteron Tinggi atau Rendah Mana yang Lebih Baik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 Juni 2018 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 26 481 1914171 antara-kanker-dengan-strok-testosteron-tinggi-atau-rendah-mana-yang-lebih-baik-luyjC5LXb2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERCAYA atau tidak, semakin Anda jarang sakit saat masa anak-anak maka pertumbuhan Anda semakin baik. Ini juga berkaitan dengan tingkat hormon testosteron yang ada di tubuh Anda.

Penelitian menemukan bahwa tubuh yang sangat jarang terpapar virus atau infeksi serius, akan lebih kuat dibandingkan yang gampang kena penyakit. Selain itu, kondisi ini menjadi penentu seberapa tinggi hormon testosteron yang dimiliki seorang pria di masa dewasa.

Tapi, penelitian ini juga menunjukan fakta lain. Di mana jika hormon testosteron seorang pria terlalu tinggi melebihi standar tubuhnya, maka kondisi menakutkan bisa saja terjadi yakni pembesaran prostat atau kanker.

Namun, jika hormon testosteron Anda sedikit, tubuh pun lebih mudah terserang penyakit. Sebut saja infertilitas, libido rendah atau kekurangan energi. Demikian dilansir dari Dailymail.

Para peneliti juga mengungkapkan fakta lain, tingkat testosteron seorang pria sangat ditentukan dari bagaimana proses tumbuh kembangnya. Bukan lagi masalah ras atau kehidupan di waktu dewasanya.

Baca Juga: Suporter-Suporter Cantik yang Berhasil Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2018

Lebih lanjut para ilmuwan tersebut mengatakan bahwa efek dari pengasuhan anak laki-laki mungkin menjadi indikator yang berguna dari potensi masalah kesehatan saat mereka tumbuh dewasa.

Para ilmuwan di Universitas Durham pun mencoba membandingkan tingkat testosteron pada pria Bangladesh yang tumbuh di Inggris, dan mereka yang dibesarkan di Bangladesh. Studi ini menemukan bahwa pria yang dibesarkan di Inggris memiliki tingkat testosteron yang jauh lebih tinggi, daripada mereka yang tinggal di keluarga yang relatif kaya di Bangladesh.

Orang-orang di Inggris juga mengalami pubertas lebih awal daripada teman seusia mereka. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi.

Peneliti berpikir perbedaannya adalah karena cara tubuh menggunakan energi di lingkungan yang berbeda. Tubuh menghasilkan lebih sedikit testosteron jika dibutuhkan lebih banyak energi untuk bertahan hidup.

Mereka mengatakan, di lingkungan di mana penyakit atau infeksi lebih mungkin berada atau di antara orang-orang yang memiliki gizi buruk dari makanan mereka, tubuh dapat menggunakan lebih banyak energi untuk mencoba bertahan hidup. Alhasil, tingkat pembentukan hormon pun semakin lemah.

Baca Juga: Tren Nyeleneh Glitter di Bokong Bikin Bahaya, Ini Alasannya!

Nah, di negara yang kurang terpapar virus atau penderita gizi buruknya rendah, mereka akhirnya tidak harus bekerja keras untuk tetap sehat. Tubuh mereka memiliki lebih banyak energi untuk digunakan dalam memproduksi testosteron dan tumbuh lebih cepat.

Penulis utama dari studi Dr Kesson Magid mengatakan bahwa tingkat testosteron absolut seorang pria tidak mungkin berhubungan dengan etnis mereka atau di mana mereka hidup sebagai orang dewasa, tetapi dilihat dari lingkungan mereka tinggal ketika mereka masih anak-anak.

Kadar hormon yang tinggi dapat meningkatkan risiko masalah prostat. Namun, kadar testosteron yang lebih tinggi dapat membawa efek negatif di kemudian hari. Tingkat hormon testosteron yang sangat tinggi dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit prostat seperti kanker dan telah dikaitkan dengan agresi yang lebih tinggi.

Penulis studi, Profesor Gillian Bentley menambahkan, tingkat testosteron yang sangat tinggi dan sangat rendah dapat berimplikasi pada kesehatan pria. Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi kanak-kanak pria, untuk membangun gambaran kondisi atau penyakit tertentu.

Penelitian ini mengukur tinggi badan, berat badan, usia pubertas, tingkat testosteron, dan data kesehatan lainnya dari 359 pria warisan Bangladesh.

Kelompok berbeda yang diukur adalah laki-laki yang selalu tinggal di Bangladesh, mereka yang pindah ke Inggris sebagai anak-anak dan dibesarkan di sana, mereka yang pindah ke Inggris saat dewasa, pria yang lahir di Inggris ke Bangladesh, orang tua migran dan orang Eropa kelahiran Inggris.

Studi menjelaskan bahwa anak laki-laki yang tumbuh di lebih banyak kemiskinan atau lingkungan yang lebih berbahaya, memiliki tingkat testosteron yang lebih rendah.

Adapun penyakit yang dialami jika tanpa kekurangan testosteron dan mengalami diabetes tipe 2, arthritis, penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan depresi klinis.

Penyakit itu lebih umum di antara para pria dengan kadar testosteron yang lebih rendah dari normal, dan pria yang sama juga mungkin memiliki lebih dari satu penyakit sekaligus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini