Enggan Lakukan Skrining, Stroke Rentan Terjadi pada Anak Muda

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 Juni 2018 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 26 481 1914214 enggan-lakukan-skrining-stroke-rentan-terjadi-pada-anak-muda-BTpMzrysfF.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEKARANG ini penyakit seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke tidak hanya terjadi pada orang tua. Anak muda juga memiliki peluang yang sama lantaran perubahan gaya hidup. Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan karena banyak orang yang terserang penyakit di usia produktif.

Salah satu penyakit yang kini mulai banyak menyerang anak muda adalah stroke. Selain karena perubahan gaya hidup, kebanyakan anak muda enggan melakukan tes skrining tertentu seperti tes kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Mereka meyakini bahwa hal itu tidak perlu dilakukan sampai usianya lebih tua. Padahal tes skrining dapat membantu dokter mencegah terjadinya risiko stroke.

“Dibandingkan 20 tahun yang lalu, insiden stroke meningkat pada orang berusia muda hingga tingkat yang cukup signifikan. Sebuah penelitian terbaru di JAMA Neurology menemukan tingkat rawat inap stroke iskemik meningkat baik untuk pria dan wanita di bawah usia 45 tahun," ungkap ahli saraf Diana Greene-Chandos, MD dari The Ohio State University Wexner Medical Center seperti yang dikutip dari Self, Selasa (26/6/2018).

 (Baca Juga:Antara Kanker dengan Strok, Testosteron Tinggi atau Rendah Mana yang Lebih Baik?)

Pada wanita, penggunaan kontrasepsi bisa menjadi salah satu alasan penyebab terjadinya stroke. Hal itu lantaran pengendalian kelahiran hormonal telah dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko penggumpalan darah. Sedangkan hampir 87% kasus stroke disebabkan oleh penggumpalan darah.

 

Akan tetapi, kemungkinan terjadinya stroke karena penggumpalan darah lantaran menggunakan pengendalian kelahiran terbilang rendah. Tapi kebiasaan lain seperti merokok meningkatkan risiko stroke. Begitu juga dengan hipertensi, gangguan lipid atau kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas.

 (Baca Juga:Perempuan Kurus Berisiko 4 Kali Lipat Terkena Kanker Payudara)

Studi di JAMA Neurology menyatakan mereka yang memiliki 3-5 faktor risiko stroke lebih mungkin terkena stroke hingga 2 kali lipat. Ironisnya, terkadang pria dan wanita juga tidak mengindahkan gejala-gejala jika dirinya terkena stroke. Mereka sering menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

Contoh, saat anak muda mengalami mati rasa atau sakit kepala, kebanyakan menganggap hal itu biasa terjadi karena posisi tidur maupun duduk yang salah. Tapi yang perlu menjadi catatan, pada stroke kedua hal itu terjadi tanpa rasa nyeri yang parah. Tanda lain untuk stroke adalah wajah terkulai, lengan menjadi lemah, dan kesulitan berbicara.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini