Stt.. Ini Rahasia Buah Impor Bisa Awet!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 01 Juli 2018 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 29 298 1915870 stt-ini-rahasia-buah-impor-bisa-awet-NOd0QNtbT3.jpg Buah (Packaging Gateway)

BANYAK orang yang bertanya-tanya mengapa buah impor dari luar negeri memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang buah asli Indonesia. Banyak yang menilai beberapa perusahaan pengekspor buah menggunakan pengawet untuk mengawetkan buah-buahan tersebut supaya tahan lebih lama.

Namun, sebenarnya ketahanan buah tersebut dapat dijelaskan dengan baik berdasarkan ilmu pengetahuan. Ketahanan buah untuk disimpan selama berbulan bulan lamanya dikarenakan adanya teknologi bernama Controlled Atmosphere Storage (CA). Biasanya teknologi ini diterapkan pada jenis buah seperti apel dan pir.

 Baca juga: Para Milenial, Ini Pentingnya Kumpul Keluarga!


Buah-buahan yang melewati proses CA akan memiliki masa waktu penyimpanan yang lebih lama karena teknologi tersebut mampu memperlambat pematanagn dan juga mempertahankan kondisi fisik buah yang akan mempengaruhi rasa. Rasa manis dan kegetiran dipertahankan sampai batas tertentu dengan penggunaan CA.

 buah (MTLBlog)

Sistem CA sendiri adalah dengan menurunkan oksigen di dalam ruang penyimpanan yang kedap udara. Hal ini mengakibatkan respirasi buah akan berkurang sehingga kualitas buah akan dapat dipertahankan. Selain itu konsenterasu karbon dioksida juga dibiarkan naik untuk berkontribusi pada pemeliharaan kualitas buah.

 Baca juga: Nyeri di Bagian Punggung? Segera Kenali Penyebabnya

Oksigen merypakan unsur penting dalam respirasi. Dengan mengurangi konsenterasinya ke tingkat yang sangat rendah, respirasi diperlambat ke titik di mana kondisi buah berubah dengan sangat sedikit. Selama respirasi buah dari karbon dioksida yang terbentuk di ruangan tertutup, hal ini juga berkontribusi untuk memperlambat pematangan.

Konsenterasi oksigen normal air sebesar 21% dikurangi menjadi 1 hingga 3% dengan menyiram ruang penyimpanan dengan gas nitrogen. Generator nitrogen khusus dan nitrogen cair merupakan dua metode pembilasan ruangan. Jika tingkat oksigen turun dibawah 1%, fermentasi mungkin akan terjadi dan akan merusak kualitas buah.

 Baca juga: Minum Teh Jahe di Pagi Hari, Bisa Hilangkan Stres hingga Kurangi Nyeri Menstruasi Loh!

Tingkat karbon dioksida perlu dipertahankan di bawah konsenterasi 3% selama tahap awal penyimpanan. Ketika karbon dioksida terlalu tinggi, maka akan menyebabkan gangguan pada kulit dan daging yang membuat buah tidak dapat dijual.

Karbon dioksida dapat dihilangkan dari atmosfer oleh scrubber khusus atau dengan menempatkan kantong kapur terhidrasi (Kalsium karbonat) di dalam ruangan. Kantong yang berisi polyethylene perlu ditusuk-tusuk agar dapat menyerap karbon dioksida. Untuk menjaga kadar karbon dioksida di bawah toksisitas, ruangan harus memiliki 0,6 kilogram kapur terhidrasi. Jadi singkatnya diperlukan 0,6kg kapur terhidrasi untuk mengawetkan 100 kilogram buah apel.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini