nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi yang Terpapar Asap Rokok Selama Kehamilan Berpotensi Mengalami Masalah Pendengaran

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 30 Juni 2018 20:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 30 481 1916136 bayi-yang-terpapar-asap-rokok-selama-kehamilan-berpotensi-mengalami-masalah-pendengaran-R1ge0yajWO.jpg Merokok saat Hamil (Foto: Hindustan Time)

MEROKOK adalah kebiasaan yang tidak baik, apalagi dilakukan ketika Anda sedang mengandung. Ya, asap rokok dan ratusan racun yang terkandung di dalamnya akan merusak sistem tubuh Anda maupun jabang bayi dalam kandungan.

Meski tidak dapat dirasakan secara langsung, namun merokok dapat menyebabkan efek samping jika rutin dilakukan dalam waktu yang panjang. Tentu tidak ada untungnya dari kebiasaan merokok, justru hal tersebut malah akan menambah jumlah penyakit yang Anda idap.

Baca juga :

Jika Anda baru menikah dan berencana untuk menjadi seorang ibu, maka mulailah terbiasa untuk berhenti merokok. Beberapa peneliti mengatakan bahwa mengekspos asap tembakau kepada bayi selama kehamilan maupun setelah kelahiran dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Menurut para peneliti, bayi yang terpapar asap rokok selama kehamilan berpotensi mengalami masalah pendengaran sebesar 68% persen ketimbang bayi yang bebas dari asap rokok.

Untuk membuktikan hal tersebut, seorang peneliti bernama Kohi Kawakami dari Universitas Kyoto di Jepang, melakukan studi mengenai bahaya asap rokok terhadap bayi. Dan hasilnya membuktikan pernyataan tersebut.

"Studi ini jelas menunjukkan bahwa mencegah paparan asap tembakau selama kehamilan dan postnatal dapat mengurangi risiko masalah pendengaran pada anak-anak," kata Koji Kawakami, sebagaimana dilansir dari Times of India, Sabtu (30/6/2018).

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatric and Perinatal Epidemiology, melibatkan data dari 50.734 anak-anak berusia 3 tahun. Di luar kelompok, 3,8 persen anak terpapar asap rokok hanya selama kehamilan, 3,9 persen terpapar hanya sebagai perokok pasif pada usia 4 bulan sementara 0,9 persen terpapar asap tembakau selama kehamilan 4 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi gangguan pendengaran di antara bayi berusia tiga tahun yang terpapar asap adalah 4,6 persen sementara mereka yang terpapar asap rokok pada usia 4 bulan memiliki 30 persen peningkatan risiko relatif.

Anak-anak yang terpapar asap tembakau selama kehamilan dan perokok pasif pada usia 4 bulan memiliki risiko relatif lebih rendah 2,4 kali.

Alhasil dengan fakta penelitian ini, para orangtua seharusnya bisa lebih bijak untuk menghentikan kebiasaan buruknya demi kesehatan dan masa depan buah hatinya. Kawakami juga berharap studi ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para orang tua tentang bahaya merokok untuk kesehatan.

“Temuan ini mengingatkan kita tentang perlunya melanjutkan penguatan intervensi untuk mencegah merokok sebelum dan selama kehamilan dan paparan terhadap perokok pasif pada anak-anak," tambah Kawakami.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini