nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turis Bisa Kena Denda Rp113juta kalau Beli Barang Sembarangan dari Pedagang di Pantai Italia, Kenapa?

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 22:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 406 1916801 turis-bisa-kena-denda-rp113juta-kalau-beli-barang-sembarangan-dari-pedagang-di-pantai-italia-kenapa-0c6mDylF6l.jpg Ilustrasi dagangan di Pantai Italia (Foto: Thesun)

SAAT berlibur ke pantai tentu Anda sering melihat pedagang menjajakan makanan hingga menjual aksesoris seperti topi dan kacamata hitam. Kehadiran para pedagang menimbulkan pro dan kontra, sebab ada wisatawan yang membutuhkannya, tapi sebagian wisatawan lain justru merasa terganggu.

Italia menjadi salah satu negara yang mengatur akan adanya pedagang dan jasa pembuatan tato atau pijat tersebut. Melansir dari laman The Sun, Senin (2/7/2018), wisatawan Italia sekarang bisa didenda hingga sekira lebih dari Rp113 juta jika membeli barang-barang palsu desainer dari para pedagang.

Di pantai yang ada di Italia memang cukup banyak terlihat pedagang, yang berasal dari Afrika Barat dan Bangladesh, yang naik dan turun setiap musim panas dengan membawa barang jualannya yang menarik perhatian. Akhirnya, keberadaan para pedagang pun ditindak lanjut oleh menteri dalam negeri yang baru di Italia, yaitu Matteo Salvini, yang menginginkan penjualan barang tiruan di pantai dihentikan.

Baca juga: Ingat Ya Moms, Hindari Menyimpan 5 Buah-Buahan Ini di dalam Kulkas

 

Meskipun hanya menjual barang tiruan, namun para pedagang bisa menuai uang hingga lebih dari Rp358 triliun per tahunnya. Tidak hanya wisatawan yang diancam dengan denda bila kedapatan membeli barang dari para penjual, sebab mereka pun akan dikenakan denda sekira Rp41 juta dan lebih dari Rp226juta jika masih menjual barang dagangan di pantai.

Tas, kacamata hitam berbagai model, kalung, gelang, jepit rambut, hingga gantungan kunci, dan masih banyak yang lainnya dijual oleh para pedagang di pantai. Selain membeli barang-barang tersebut, wisatawan pun perlu berhati-hati, karena menggunakan jasa pembuatan tato dan pijat juga tidak luput dari denda.

Aturan yang cukup ketat ini dibuat karena pariwisata termasuk industri besar di Italia, tetapi banyak penduduk yang merasa jenuh jika musim panas. Hingga bulan lalu, walikota mengungkapkan destinasi wisata perlu diatur kembali untuk mengakomodasi kawanan turis pada musim panas.

Baca juga: Waduh! Pangeran Harry Tolak Gandeng Tangan Meghan Markle, Ada Apa Ya?

“Kami akan mencoba eksperimen serupa yang ada di Venesia. Saya memahami kesulitan yang dihadapi rekan Venetian, kami tidak bisa menghentikan kunjungan turis, tapi kami bisa melakukan sesuatu,” ucap Walikota Gianni De Martino.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini