nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protein Ini Bisa Perangi Penyakit Jantung, Yuk Simak Studinya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 481 1916698 protein-ini-bisa-perangi-penyakit-jantung-yuk-simak-studinya-FTeq0miT53.jpg Kesehatan Jantung (Dok. Okezone)

PROTEIN dan zat-zat lain seperti mineral, zinc, kalsium, vitamin dan lain-lain sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Nutrisi tersebut dapat diperoleh manusia, dari asupan makanan yang dikonsumsi setiap harinya secara baik dan benar.

Selain baik untuk pertumbuhan, zat-zat tersebut juga bisa membantu menjaga organ-organ tubuh vital manusia. Contohnya protein, zat yang banyak terkandung dalam susu dan daging-dagingan ini bukan hanya bagus untuk pertumbuhan tulang, melainkan dapat melindungi tubuh dalam melawan risiko penyakit jantung.

 Baca juga: Gunakan Highlighter Seharga Rp550.000, Meghan Markle Tampil Glowing!

Kesehatan Jantung

Protein sendiri terdiri dari beberapa jenis. Baru-baru ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi protein, ATF6, yang memainkan peran penting dalam kemampuan sel-sel jantung untuk memerangi penyakit jantung. Protein ini bahkan mampu memulihkan serangan jantung yang dialami oleh manusia.

ATF6 terjadi secara alami di semua sel dalam tubuh manusia dan diketahui berkaitan dalam respon stres seluler di sel kanker. Zat ini merespon stres yang disebabkan oleh protein yang gagal melipat dalam retikulum endoplasma di dalam sel. Kelebihan molekul oksigen reaktif sering menyebabkan stres seluler dan mengakibatkan hilangnya kemampuan normal sel untuk berfungsi.

 Baca juga: Manfaat Makan Telur secara Rutin, Berguna Banget untuk Rambut hingga Mata Kamu!

Alhasil, ini adalah penyebab utama kerusakan hati ketika orang menderita penyakit jantung. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh ahli jantung molekul San Diego State Christopher Glembotski, menemukan bahwa penyakit jantung pada sistem ATF 6 menyebabkan tikus percobaa menjadi mati. Tikus tersebut mendapatkan kerusakan yang lebih luas daripada pada tikus dengan versi gen yang berfungsi dengan normal.

Para peneliti menemukan bahwa ATF6 mampu mengaktifkan aliran gen respon-stres, yang menghasilkan katalase, enzim yang bertindak sebagai antioksidan dan menetralkan molekul oksigen reaktif berbahaya yang mengurangi stres seluler dengan mencegah protein dari misfolding.

 Baca juga: Catat, 5 Tanda Ini Menunjukkan Gula Darah Anda Tinggi

Kesehatan Jantung

Selain itu, penelitian ini menemukan umur tikus, yang semakin banyak kehilangan ATF6, menjadi lebih rentan mengalami kerusakan akibat serangan jantung. Namun, setelah terapi gen yang meningkatkan produksi ATF6 di sel-sel jantung, tikus yang lebih tua menunjukkan lebih sedikit kerusakan akibat serangan jantung.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Circulation Research menunjukkan bahwa pengobatan baru dan strategi pencegahan ini dapat diterapkan untuk orang yang berisiko terkena penyakit jantung. Pasalnya mekanisme seluler pada tikus mirip dengan manusia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini