nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Model Berhijab Halima Aden Ditunjuk sebagai Duta UNICEF

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 17:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 03 194 1917348 model-berhijab-halima-aden-ditunjuk-sebagai-duta-unicef-HfUtD3OqyM.jpg Halima Aden (Foto: khalimaaden/Instagram)

MODEL asal Somalia, Halima Aden kembali mengukir prestasi mengagumkan. Setelah menjadi model berhijab pertama yang dikontrak IMG Models dan menjadi cover utama majalah Vogue, dirinya kini didapuk menjadi duta UNICEF.

Sebelumnya, sejumlah selebriti ternama seperti Selena Gomez, PINK, dan Alyssa Milano sudah lebih dulu ditunjuk menjadi duta organisasi PBB yang berfokus pada anak-anak itu. Bagi Halima, penunjukkan dirinya sebagai duta UNICEF adalah pencapaiannya yang paling membanggakan hingga saat ini.

"Ibuku dapat melihat majalah Vogue dan dia tidak benar-benar mengerti hal itu. Tapi ketika aku memberitahunya tentang UNICEF, dia mulai menangis. Ketika aku memberitahunya tentang berita itu, itu seperti pertama kalinya dia benar-benar sangat bangga dengan aku dalam karier modeling,” ucapnya seperti yang dikutip dari CBS News, Selasa (3/7/2018).

 

 (Baca Juga:Kala Piala Dunia Jadi Tema Rancangan T-Shirt dan Sweater Desainer Internasional)

Halima menganggap ibunya berlaku demikian karena adanya perbedaan dalam budaya. “Ibu tidak mengerti dampak menjadi model cover majalah untuk pertama kalinya. Tapi dia mengerti jika saya bekerja dengan UNICEF," tuturnya.

Di sisi lain, penunjukkan dirinya sebagai duta UNICEF membuat Halima kembali mengingat kisah masa kecilnya. Semasa kecil, Halima pernah tinggal di kamp pengungsian di Kenya dan beberapa waktu lalu dirinya berkesempatan untuk kembali ke sana. Halima pun menceritakan pengalamannya sewaktu tinggal di pengungsian yang dijalaninya tanpa merasa sebagai korban.

 

"Walaupun saya masih kecil, saya selalu memiliki keyakinan jika saya di sana untuk suatu alasan. Itulah yang membuat saya memiliki banyak pandangan positif selama tinggal di kamp,” ungkapnya.

 (Baca Juga:7 Outfit Kontroversial di Ajang Wimbledon, Mulai Motif Bunga hingga Terlihat Celana Dalamnya)

Meskipun keluarganya tidak memiliki mainan, Halima mengatakan bahwa keluarganya merasa memiliki keluarga lain. Ibunya selalu memastikan dia dan saudaranya merasa nyaman dengan orang lain yang tinggal di pengungsian juga.

 

"Dia ingin sejak usia dini saya bisa menerima perbedaan dan budaya. Saya pikir itu banyak berkaitan dengan siapa saya hari ini," katanya.

Meskipun sempat terbersit rasa bersalah karena ia dan keluarganya harus meninggalkan kamp pengungsian lebih dahulu, namun Halima yakin itu terjadi bukan karena tujuan. Sebab hal itu membuatnya memiliki banyak kesempatan yang mungkin tidak didapatkan bila tetap tinggal di pengungsian.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini