nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Terlalu Sayang Pasangan Bisa Jadi Tanda Hubungan Tidak Langgeng

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 00:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 196 1917273 awas-terlalu-sayang-pasangan-bisa-jadi-tanda-hubungan-tidak-langgeng-nDdbqdojXa.jpg Tanda hubungan pernikahan tidak langgeng (Foto:Playbuzz)


SETIAP pasangan yang menikah tentu ingin hubungan itu bertahan hingga akhir hayat. Tapi terkadang, yang namanya perceraian tidak dapat terhindarkan. Tentu pasangan sudah berusaha sekeras mungkin untuk mempertahankan rumah tangganya dan keputusan untuk berpisah sudah melewati proses yang panjang.

Menurut sebuah penelitian, ada tanda tertentu yang dapat memprediksi hubungan pernikahan harus berakhir dengan perceraian. Mirisnya, tanda ini memengaruhi pasangan yang terlalu mencurahkan kasih sayang dalam beberapa tahun pertama pernikahan mereka. Bukti penelitian menunjukkan jika pasangan terlalu penuh kasih sayang sejak awal pernikahan maka akan lebih cenderung bercerai.

BACA JUGA:

6 Zodiak Paling Mandiri dan Sulit Dipengaruhi, Kamu Masuk Daftar Gak?

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology ini melibatkan 168 pasangan selama 13 tahun. Peneliti berusaha menemukan sinyal yang memprediksi perceraian serta tanda-tanda yang menunjukkan pernikahan tahan lama dan sehat.

"Sebagai pengantin baru, pasangan yang bercerai setelah tujuh tahun atau lebih hampir terlihat mesra. Mereka menunjukkan sekira sepertiga lebih banyak kasih sayang daripada pasangan yang kemudian menikah dengan bahagia," tulis para peneliti seperti yang dikutip dari Independent, Rabu (4/7/2018).

Tetapi apakah terlalu banyak kasih sayang selalu merupakan hal yang buruk? Menurut seorang psikolog hubungan dan kencan, Madeleine Mason Roantree, beberapa orang terjebak dalam kegilaan suatu hubungan maka ada istilah 'cinta itu buta'. "Kegilaan bukanlah keadaan yang bertahan lama. Setelah itu menghilang, kita harus melihat apa yang tersisa di antara dua orang. Jika tidak ada ikatan selain hasrat, maka hubungan itu akan berantakan," ungkapnya.

Sementara itu, pakar hubungan lainnya Susan Winter berpendapat, “Emosi over-the-top (berlebihan) sulit dipertahankan. Jenis perilaku ini paling sering ditemukan pada periode bulan madu yang merupakan fase berumur pendek yaitu dari 3-9 bulan. Tantangan hidup dan kehidupan pernikahan bisa menjadi sangat cepat."

Pada saat itulah seseorang akan melihat kepribadian sejati masing-masing pasangannya dan bisa timbul ketidakpuasan. Hal inilah yang pada akhirnya mengarah pada perceraian karena terjadinya penurunan kasih sayang, berkurangnya keyakinan bahwa pasangan seseorang yang responsif, dan peningkatan ambivalensi. Tetapi selalu ada pengecualian untuk tanda-tanda ini.

"Di hari pernikahan adalah hal yang wajar pasangan menunjukkan banyak kasih sayang. Secara umum, saya pikir menampilkan dan menjadi saling menyayangi satu sama lain adalah pertanda baik dan kasih sayang terhadap pasangan tidak selalu merupakan pertanda buruk. Masalahnya datang ketika kekuatan perasaan itu tidak sehat," jelas Madeleine.

BACA JUGA:

antik dan Seksinya Penampilan Kekasih Neymar, Bruna Markuezine yang Bikin Pria Susah Berkedip

Selain itu, adanya perbedaan sikap satu sama lain ketika berpacaran dan menikah juga bisa membawa masalah. Beberapa orang cenderung mengabaikan lingkungan dan konteks sosial terhadap pasangan seperti saling menyentuh. Masalah lainnya yang menyebabkan perceraian adalah pertengkaran yang terjadi terus menerus sejak awal pernikahan dan tidak menunjukkan kasih sayang. Besar kemungkinan hubungan pernikahan tidak bertahan lebih dari 2 tahun.

Tanda-tanda tambahan untuk perceraian adalah kurangnya usaha dalam menghargai hubungan dan tidak memberikan penghargaan pada pasangan. Rutinitas yang mononton di antara pasangan juga bisa menjadi penyebab perceraian karena mereka cenderung mudah untuk menjadi puas diri. Dengan begitu masing-masing pihak berhenti menambahkan nilai, target, atau mimpi pada hubungan.

Terakhir, peneliti menulis agar pernikahan dapat berhasil, maka dibutuhkan kasih sayang yang teguh dan tak tergoyahkan terhadap satu sama lain. Hal ini penting untuk membentuk ikatan pernikahan yang stabil.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini