nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati Membuang Pembalut lewat Toilet, Bisa Merusak Keindahan Laut

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 08:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 03 406 1917032 hati-hati-membuang-pembalut-lewat-toilet-bisa-merusak-keindahan-laut-VvaDfDjbGS.jpg Sampah Plastik (Foto: Independent)

ANDA yang sering membuang pembalut lewat toilet sebaiknya mulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Sebab, tumpukan pembalut yang dibuang lewat toilet berpotensi merusak lingkungan serta ekosistem kelautan.

Mayoritas produk untuk mengatasi datang bulan seperti pembalut dan tampon dibuat dari plastik. Tentu saja bahan tersebut akan sulit hancur saat dibuang melewati sistem saluran air yang bermuara di laut. Apalagi plastik adalah salah satu bahan kimia yang sulit terurai secara alami.

Melansir dari Independent, Selasa (3/7/2018), sedikitnya 700 ribu pembalut; 2,5 juta tampon; dan 1,4 juta handuk sanitasi, dibuang lewat toilet di Inggris Raya setiap hari. Data tersebut diperoleh dari Journal of the Institution of Environmental Sciences.

Baca juga :

Komunitas Konservasi Kelautan, bekerja sama dengan Natracare, berusaha untuk menyadarkan lebih banyak orang akan dampak negatif dari sampah-sampah tersebut. Kebetulan, Inggris sedang gencar mengampanyekan bulan bebas plastik sepanjang Juli 2018.

Menurut penelitian mereka, satu pembalut dapat mengandung jumlah plastik yang setara dengan empat kantung plastik biasa. Lebih lanjut, satu buah pembalut butuh waktu kurang lebih 500 tahun untuk terurai di tanah secara sempurna.

“Banyak orang tidak sadar bahwa sama seperti tisu, pembalut dan tampon, tidak seharusnya dibuang lewat toilet,” ujar pemerhati lingkungan, Rachel Dyson.

Ia menambahkan, mengurangi sampah pembalut bukan hanya membuangnya ke tempat sampah alih-alih lewat toilet, tetapi juga mencari alternatif produk lain yang bebas dari bahan plastik. CEO Natracare, Susie Hewson menuturkan, kampanye akan terus dilakukan meski sudah berlangsung 30 tahun.

“Kampanye selama 30 tahun untuk pengembangan produk yang ramah lingkungan telah membawa kita kepada berbagai aksi untuk mengurangi tumpukan sampah plastik di tempat pembuangan akhir serta lautan. Dengan memilih produk bebas plastik, wanita sudah membantu melindungi lingkungan serta menjaga kesehatan mereka sendiri,” terang Susie Hewson.

Diperkirakan, seorang wanita akan membuang rata-rata 11 ribu produk pembalut di sepanjang usianya. Selama satu dekade terakhir, Komunitas Konservasi Kelautan mengumpulkan lebih dari 20 ribu tampon dan pembalut dari seluruh pantai di Inggris Raya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini