nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Erupsi, Menpar Pastikan Pariwisata Bali Tetap Kondusif

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 18:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 03 406 1917394 gunung-agung-erupsi-menpar-pastikan-pariwisata-bali-tetap-kondusif-qcbNUgy7r8.jpg Gunung Agung erupsi (Foto: Antara)

MENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pariwisata Bali tetap kondusif dan aman untuk dikunjungi di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir.

"Silakan ke Bali! Suasana Bali ok, teman-teman netizen juga silakan memposting suasana terkini di Bali. Silakan capture di Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Sanur, Ubud, Uluwatu, Nusa Penida, Tanah Lot, dan spot destinasi lain yang tetap ramai dan asyik," kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Aktivitas Gunung Agung Bali memang meningkat dalam beberapa hari terakhir tercatat pada 3 Juli 2018 pukul 09.28 WITA, tinggi kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak (5.142 meter di atas permukaan laut).

 (Baca Juga:Menyambangi Habitat Bunga Rafflesia ''Putih'' yang Langka di Bengkulu)

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 3 menit 38 detik dan status Gunung Agung masih di Level III (Siaga).

"Saya memperoleh laporan dari tim Crisis Center, Bali Tourism Hospitality dan sampai sekarang suasananya kondusif," ungkap Menpar Arief Yahya.

Suasana seperti ini, kata Menpar Arief Yahya, sebagai yang biasa dan pernah terjadi saat erupsi pertama pada 27 September 2017 juga sempat heboh, tetapi suasana di Bali sendiri kondusif dan tetap nyaman.

 (Baca Juga:Menyusuri Eksotisme Toraja dari Upacara Rambu Tuka dan Kuburan Tebing Ke'Te Kesu)

"Situasi on - off seperti ini memang kadang menyulitkan. Tetapi ya beginilah 'nature' dan 'culture'-nya Gunung Agung, seperti Bali ini. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat dan pasti, kapan akan terjadi erupsi," ungkapnya.

Menurut dia, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan antisipasi yang memang sudah disiapkan industri dan pemerintah. Namun, Menpar Arief tetap meminta masyarakat mematuhi rekomendasi yang sudah diumumkan.

Misalnya, mereka yang bermukim di sekitar Gunung Agung, para pendaki dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona radius empat km dari puncak kawah. Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga perlu berjaga dan waspada.

 (Baca Juga:6 Titik Paling Kotor di Kabin Pesawat, Bantal & Selimut Salah Satunya)


"Lokasi atau kawasan berbahaya itu lokasinya jauh dari destinasi-destinasi di Bali. Jauh dari Kuta, Sanur, Nusa Dua, Nusa Penida, Tanah Lot, Uluwatu, dan sebagainya," katanya.

Ia berpendapat sebenarnya pihak yang paling terganggu adalah penerbangan, karena sebaran debu vulkanik itu naik ke udara dan berpotensi mengganggu penerbangan pesawat. Kalau di darat maupun di laut, tidak banyak terpengaruh. "Karena itu suasananya kondusif," ungkap Menpar Arief.

Bandar Udara Notohadinegoro Jember dan Banyuwangi juga ditutup sebagai dampak aktivitas Gunung Agung sesuai NOTAM C7023/18 Bandara Jember ditutup sampai 3 Juli 2018 pukul 10.00 WIB. Sedangkan Bandara Banyuwangi ditutup sampai dengan 3 Juli 2018 pukul 09.00 WIB sesuai NOTAM C7021/18.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini