nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata, Media Sosial Bikin Banyak Anak yang Merasa Kesepian!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 11:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 04 481 1917631 ternyata-media-sosial-bikin-banyak-anak-yang-merasa-kesepian-8UWvVzGGbO.jpg Anak Kesepian (Daily Mail)

MEDIA sosial menjadi dua sisi mata uang. Selain punya dampak positif bagi kehidupan, nyatanya efek buruk media sosial juga tidak bisa disepelekan. Salah satu bahaya yang mengintai di balik media sosial adalah perasaan kesepian.

Yang lebih memprihatinkan lagi, bahaya kesepian itu justru dialami oleh anak-anak hingga usia remaja. Fakta tersebut terungkap dari layanan konseling Childline terkait perasaan terisolasi dan kesendirian. Sepanjang periode 2017-2018, mereka sudah memberikan pendampingan sebanyak 4.636 kali.

 Baca juga: Intip Gaya Busana Pria Bule Kekasih Baru Agnez Mo, Bukan Chris Brown Loh!

Media sosial (Shutterstock)

Data tersebut diperoleh pada tahun kedua setelah dilakukan pencatatan. Sebelumnya, konseling diberikan untuk mereka yang kurang percaya diri atau tidak bahagia saja. Angka itu meningkat 14% dari periode penghitungan sebelumnya ketika mereka membantu 4.063 orang anak muda.

Laporan tersebut mengungkap bahwa hampir 80% sesi pendampingan diberikan kepada anak perempuan atau remaja putri. Salah satu yang sering dikeluhkan adalah dampak dari membandingkan diri mereka dengan orang lain yang ada di media sosial hingga merasa terisolasi.

 Baca juga: Kemenkes Instruksikan BPOM Cabut Izin Edar Susu Kental Manis, Ini Alasannya!

Mayoritas anak-anak yang menggunakan layanan sesi pendampingan telah menginjak usia remaja. Yang mengejutkan, ada anak berusia 10 tahun yang juga menggunakan layanan tersebut. Ia menjadi pengguna jasa layanan paling muda di antara ribuan orang yang lain.

“Belakangan ini saya merasa terisolasi dan sendirian. Saya melihat hampir semua teman sedang menikmati hidup mereka di media sosial dan itu membuatku tertekan. Saya merasa tidak cukup perhatian untuk mengundangku,” kata seorang remaja laki-laki, dinukil dari Independent, Rabu (4/7/2018).

 Baca juga: Nila Moeloek Beberkan Penyebab Stunting di Luar Faktor Kesehatan

“Suasana hatiku semakin buruk dan sekarang saya bersedih sepanjang waktu dan tidak bisa berhenti menangis. Kondisi itu memengaruhi pekerjaan sekolahku dan perubahan suasana hati tidak lagi bisa dikendalikan. Rasanya seperti semuanya runtuh. Saya merasa tidak ingin lagi sendirian,” imbuh remaja yang diperkirakan berusia 16-18 tahun itu.

 anak kesepian

Pendiri Childline, Dame Esther Rantzen menuturkan, kesendirian yang menghinggapi anak-anak dan remaja harus segera disikapi dengan serius. Sebab, hal tersebut berpotensi merusak kesehatan anak dan remaja baik secara fisik maupun kejiwaan.

 Baca juga: Harus Rajin Dicuci Ya, Lap Dapur Itu Sarang Bakteri dan Kuman Penyakit

Hal lain yang tidak boleh dikesampingkan adalah penyebab dari rasa kesepian tersebut. Dame menerangkan, entah karena orangtua terlalu sibuk hingga tidak menghabiskan banyak waktu bersama atau disebabkan oleh ilusi yang diciptakan media sosial, semua masalah tersebut harus segera diselesaikan.

Jika Anda khawatir dengan perasaan kesepian yang menyerang anak karena media sosial, Childline memberi tips untuk mengatasi hal tersebut.

- Anda bisa mengajaknya bicara dalam kesempatan yang tidak bisa diselak, seperti saat berjalan kaki bersama atau saat berkendara bersama.

- Jangan bereaksi berlebihan jika mendengar sesuatu yang mengejutkan saat anak bercerita.

- Pastikan Anda bisa melakukan apa yang diinginkan oleh anak agar dirinya merasa dihargai.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini