Tak Cuma Perubahan Hormon, Ini Alasan Ibu Hamil Lebih Sering Horny dari Biasanya

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 00:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 481 1917961 tak-cuma-perubahan-hormon-ini-alasan-ibu-hamil-lebih-sering-horny-dari-biasanya-1Yr6VQnmWg.jpg Ilustrasi ibu hamil (Foto: Brunet)

KEHAMILAN membawa sejumlah perubahan pada ibu hamil. Baik itu perubahan fisik maupun hormonal. Perubahan itu juga bisa memengaruhi kehidupan seksual ibu hamil terutama gairahnya untuk bercinta dengan suami.

Melansir Health, Kamis (5/7/2018), inilah perubahan kehidupan seksual seorang ibu hamil:

Gairah tinggi di trimester pertama dan ketiga

Perempuan dapat mengalami perubahan gairah selama kehamilan. Gairah mungkin akan turun karena pengaruh hormone sehingga membuatnya enggan melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, lonjakan gairah bisa terjadi pada trimester pertama dan ketiga.

Morning sickness pada trimester pertama dapat membuat fisik menjadi lemah tapi meningkatkan gairah. Sedangkan pada trimester kedua, gairah cenderung menurun karena hormon kehamilan naik pada periode ini. Maka dari itu trimester ini dikenal dengan periode tenang. Kemudian gairah kembali meningkat pada trimester terakhir terutama di hari-hari menjelang kelahiran.

Hubungan seksual aman dilakukan selama masa kehamilan. Ada beberapa posisi yang bisa dicoba untuk menyalurkan hasrat seksual. Namun hindari seks yang agresif dan sangat fisik karena dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Konsultasikan ke dokter kandungan bila ibu hamil merasa tidak yakin dengan posisi yang hendak dipilih.

 

Lebih mudah mengalami orgasme

Selama kehamilan, ada lonjakan hormon estrogen, progesteron, kortisol, dan testosteron. Semuanya ini meningkatkan sensitivitas dan meningkatkan respons seksual. Beberapa perubahan fisik juga menyebabkan lonjakan dorongan gairah. Jumlah darah yang mengalir di tubuh meningkat hampir 50%. Semua aliran darah itu menuju ke zona sensitif seksual termasuk Miss V dan klitoris Anda. Oleh karenanya dapat memudahkan terjadinya orgasme.

 Baca juga: Kemenkes Instruksikan BPOM Cabut Izin Edar Susu Kental Manis, Ini Alasannya!

Faktor lainnya

Lonjakan dan penurunan gairah seksual selama kehamilan pada dasarnya unik bagi setiap pasangan. Jadi antara satu pasangan dengan pasangan lainnya bisa memiliki pengalaman seksual yang berbeda. Selain itu, gairah seksual bukan hanya sekadar fisik karena sangat dipengaruhi oleh faktor emosional. Perubahan bentuk tubuh pada ibu hamil bisa juga membuatnya merasa tak percaya diri dengan pasangannya. Sebaliknya, ada ibu hamil yang merasa kuat dan semakin cantik sehingga gairah seksualnya meningkat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini