Hasil Studi, Kafein Terbukti Dapat Mencegah Demensia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 05 481 1918197 hasil-studi-kafein-terbukti-dapat-mencegah-demensia-CX37076RuF.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KAFEIN adalah salah satu zat yang digunakan oleh orang untuk mengusir kantuk. Kafein banyak terkandung dalam kopi, dan itulah sebabnya mengapa orang banyak memilih untuk mengonsumsi kopi.

Selain dipercaya dapat membantu orang terjaga, kafein telah diidentifikasi bersama dengan 23 senyawa lain dengan potensi untuk meningkatkan enzim di otak. Alhasil kafein dapat melindungi orang yang mengonsumsinya dari penyakit seperti demensia.

Tahun lalu sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Indiana menemukan enzim pelindung di otak, NMNAT2, memainkan dua peranan penting. Ini menjaga neuron dari stres dan bertindak sebagai pendamping untuk memerangi protein yang disebut tau. Protein ini terakumulasi di dalam otak sebagai plak akibat penuaan.

(Baca Juga:5 Idola Tik Tok Cantik Ini Tidak Kalah Tenar dari Bowo Alpenliebe)

Gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Huntington, dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS) terkait dengan kegagalan protein untuk melipat

Sebuah studi baru yang dilakukan di Indiana University mengidentifikasi zat-zat dengan potensi untuk mempengaruhi produksi enzim NMNAT2 di otak. Peneliti menyaring lebih dari 1.280 senyawa, termasuk obat-obatan yang ada, dan mampu menemukan 24 senyawa.

(Baca Juga: Selain Paul Pogba, Berikut Deretan Pemain Muslim di Timnas Prancis)

Salah satu senyawa tersebut adalah kafein sebagai potensi untuk meningkatkan produksi NMNAT2 di otak. Kafein telah terbukti meningkatkan fungsi memori pada tikus yang dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan tingkat protein tau yang gagal melipat.

"Pekerjaan ini dapat membantu memajukan upaya untuk mengembangkan obat yang meningkatkan kadar enzim ini di otak. Selain itu, enzim ini dapat menciptakan 'blokade' kimia terhadap efek melemahkan gangguan neurodegeneratif," kata Hui-Chen Lu, yang bertindak sebagai pemimpib penelitian, melansir dari Medical Herald, Kamis (5/7/2018).

(Baca Juga: Kemenkes Intruksikan BPOM Perhatikan Izin Edar Susu Kental Manis)

"Peningkatan pengetahuan kita tentang jalur di otak yang muncul secara alami karena penurunan protein yang diperlukan sangatlah penting. Pasalnya dengan mengidentifikasi senyawa ini, mereka dapat memainkan peran dalam pengobatan masa depan terhadap gangguan mental yang sangat melemahkan ini." tambahnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini