nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebisingan di Tempat Kerja Bisa Sebabkan Kualitas Tidur Malam yang Buruk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 05 481 1918227 kebisingan-di-tempat-kerja-bisa-sebabkan-kualitas-tidur-malam-yang-buruk-GH0X0LzcHV.jpg Ilustrasi (Foto: Medicalherald)

ANDA akan sangat terganggu dengan kebisingan yang ada di sekitar. Ya, Anda tentunya akan kehilangan konsentrasi akibat suara yang terus memekikkan telinga Anda.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kebisingan kerja pada siang hari akan terkait dengan waktu tidur yang buruk malam hari. Mungkin sebagian besar banyak yang bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, hal ini ternyata memiliki alasan yang dapat dijabarkan secara ilmiah.

Suara malam hari diketahui telah mengganggu tidur dari 74% orang Amerika. Mereka menilai ruang yang sepi merupakan hal penting untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak seperti di National Sleep Foundation Poll 2012.

 (Baca Juga: 5 Idola Tik Tok Cantik Ini Tidak Kalah Tenar dari Bowo Alpenliebe)


Saat tidur, otak terus mendaftar dan memproses suara pada tingkat dasar, oleh sebab itu kebisingan dapat mendorong kualitas tidur seseorang. Suara dapat mengganggu tidur tergantung pada beberapa faktor seperti tahap tidur seseorang, waktu malam, dan bahkan perasaan seseorang tentang bunyi itu sendiri. Meski demikian, efek kebisingan kerja masih belum diketahui hingga saat ini.

Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Taiwan dilaporkan dalam jurnal Sleep telah menunjukkan bahwa terpapar di tempat kerja yang bising sepanjang hari dapat menyebabkan stres. Stres tersebut akan terbawa ke malam hari dan mengurangi kualitas tidur.

 (Baca Juga: Tampil Mengesankan di Piala Dunia 2018, Ini Sosok 4 Pesepakbola Muslim Belgia)

Para peneliti yang dipimpin oleh Cheng-Yu Lin dari Universitas Nasional Cheng Kung mengumpulkan data tentang 40 pekerja di kafetaria rumah sakit. Pengumpulan data diambil pada hari ketika masing-masing pekerja ditugaskan untuk shift delapan jam di daerah kebisingan tinggi. Selain itu mereka juga mengambil sampel pada hari ketika individu yang sama bekerja di daerah yang lebih tenang.

Para peneliti menemukan bahwa ketika para pekerja mendapatkan paparan kebisingan kerja lebih tinggi, mereka memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dan kadar hormon-hormon kortisol juga jauh lebih tinggi.

 (Baca Juga: Selain Paul Pogba, Berikut Deretan Pemain Muslim di Timnas Prancis)

Mereka juga mendapatkan kualitas tidur yang buruk pada malam itu, dibandingkan ketika terpapar yang lebih rendah pada siang hari. Selain itu, mereka menemukan bahwa ketika para pekerja memiliki paparan kebisingan pribadi yang lebih tinggi pada siang hari, mereka menghabiskan proporsi lebih rendah dari total waktu tidur.

Mereka juga menghabiskan lebih sedikit waktu tidur di malam hari, dibandingkan ketika mereka memiliki lebih sedikit paparan kebisingan di tempat kerja.

Temuan ini perlu diteliti lebih lanjut dan penelitian masa depan harus melibatkan kelompok yang lebih besar dari peserta. Mereka harus melakukan penelitian dengan mengambil sampel kebisingan yang lebih lama, baik selama seminggu atau selama berkarier di tempat kerja itu.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini