nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Program Bayi Tabung yang Mungkin Tidak Dikatakan Dokter

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 07 Juli 2018 16:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 07 481 1919286 4-fakta-program-bayi-tabung-yang-mungkin-tidak-dikatakan-dokter-nSdPGy7siu.jpg Fakta soal bayi tabung (Foto:Ist)

BANYAK pasangan suami istri yang mengikuti program kehamilan seperti bayi tabung untuk segera mendapatkan buah hati. Bayi tabung atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah In vitro fertilisation (IVF) adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sperma yang dilakukan di luar tubuh perempuan. Ketika proses pembuahan itu berhasil dan berkembang menjadi embrio, selanjutnya embrio tersebut dimasukkan ke rahim.

Sebelum melakukan program bayi tabung, pasangan harus melewati serangkaian pemeriksaan. Dokter akan memastikan sel telur dan sperma yang digunakan dalam keadaan baik sehingga memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Tapi terkadang, ada informasi yang mungkin tidak dikatakan dokter.

 BACA JUGA:

5 Trik agar Istri Cepat Hamil meski Baru 1 Bulan Menikah

Melansir New York Post, Sabtu (7/7/2018), inilah beberapa informasi tersebut:

 

Kualitas telur dapat ditingkatkan dengan obat-obatan alternatif

Menurut penelitian dalam skala kecil, akupunktur, yoga kesuburan, dan ramuan Cina dapat membantu meningkatkan kualitas sel telur pada perempuan. Dengan begitu peluang untuk kehamilan semakin tinggi. Efek menguntungkan lainnya dapat berasal dari suplemen vitamin B6, B12, dan omega-3.

Memiliki sejumlah risiko

Banyak pasangan yang ingin memiliki anak kembar melalui program bayi tabung. Hal itu mungkin membuat mereka ingin menanamkan banyak embrio di rahim. Akan tetapi, semakin banyak embrio yang ditanam akan semakin berisiko untuk ibu. Risikonya meliputi tekanan darah tinggi, preeklamsia, anemia, pendarahan postpartum, dan menopause dini. Selain itu, bayi juga memiliki risiko tinggi mengalami cerebral palsy, kebutaan, keterbelakangan mental, dan kelahiran prematur. Maka dari itu, ada dokter yang membatasi transfer embrio hanya dua.

BACA JUGA:

Tampil Mengesankan di Piala Dunia 2018, Ini Sosok 4 Pesepakbola Muslim Belgia

Dilema konsumsi obat

Salah satu obat yang dikonsumsi perempuan yang menjalani program bayi tabung adalah clomiphene citrate. Obat ini membantu ovulasi dan meningkatkan peluang kehamilan. Akan tetapi, ada penelitian yang mengklaim obat tersebut berhubungan dengan kanker, peningkatan kejadian keguguran, dan kelahiran cacat.

Tidak semua tempat penyimpanan embrio aman

Setelah proses pembuahan, biasanya embrio yang belum matang diletakkan di sebuah tempat penyimpanan. Tapi tidak semua tempat aman dan menjamin embrio bisa berkembang dengan baik setelah proses pembuahan. Salah-salah malah embrio akan hancur. Untuk mencegahnya, jangan malu untuk bertanya lebih dalam kepada dokter atau klinik yang melayani program bayi tabung.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini