Intip Taktsang Tiger's Nest, ''Sarang Harimau'' Tempat Ucap Janji Dimas Anggara-Nadine Chandrawinata

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 09 406 1919893 intip-taktsang-tiger-s-nest-sarang-harimau-tempat-ucap-janji-dimas-anggara-nadine-chandrawinata-rXq6Qm2h2I.jpg Tiger's Nest di Bhutan (Foto: Trekearth)

DIKETAHUI menggelar pesta pernikahan di Anema Resort, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 7 Juli 2018 lalu, Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata ternyata sudah mengucapkan janji sehidup sematinya di sebuah tempat yang tidak biasa. Bagaimana tidak, jika kebanyakan pasangan melangsungkan upacara pernikahan di gedung mewah, Dimas-Nadine memilih ‘biara sarang harimau’ jadi lokasi ikrar pernikahannya.

Biara sarang harimau yang memiliki nama asli Takstang tersebut dipilih oleh Dimas-Nadine meskipun untuk menjangkaunya perlu melakukan perjalanan sekira sembilan jam. Takstang adalah satu dari 13 biara kecil yang ada di Tiger’s Nest atau sarang harimau, bangunan suci tersebut berada di sebuah tebing setinggi 3.000 kaki yang setara dengan 914,4 meter di Bhutan.

Cukup terkenal, biara sarang harimau memiliki legenda yang cukup unik dan masih diceritakan secara turun temurun oleh masyarakat lokal pada keturunannya dan wisatawan domestik atau mancanegara yang datang berkunjung. Konon, seperti yang tertulis dalam laman Litte Bhutan, Senin (9/7/2018), pada awal abad kedelapan, Guru Padma Sambhava terbang dari Tibet naik di punggung seekor harimau betina dan mendarat di biara sarang harimau, kemudian bermeditasi sekira tiga bulan di dalam sebuah gua.

Guru Padma Sambhava ini sekarang dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan Agama Buddha di Bhutan. Biara sarang harimau sendiri dibangun oleh Paro Penlop dan Desi Tenzin Rabgye pada 1684. Sayangnya, pada 1998 biara kebakaran lagi setelah sebelumnya sempat juga terbakar pada 1951.

tiger nest

(Foto: Trekearth)

Biara yang lokasinya sekilas seperti nyempil di sisi tebing yang sangat tinggi tersebut memiliki tujuh kuil yang keberadaannya mengelilingi gua tempat Guru bermeditasi. Untuk bisa menikmati suasana biara atau memandangi panorama alam dari dalam kompleks kuil, para pengunjung mesti mendaki sekira tiga jam dari titik jalan, berbeda dengan Dimas-Nadine.

Medan yang akan dilalui oleh wisatawan untuk bisa tiba di biara sarang harimau cukup indah, berupa hutan pinus dengan udara yang segar. Lemba Paro dari Takstang pun nampak begitu memesona. Satu hal yang perlu Anda ketahui, biara adalah tempat suci, artinya Anda harus menghormati segala aturan dan etika yang berlaku.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini