Tak Cuma Gemuk, Bahaya Sering Makan Junk Food Bisa Memicu Penyakit Mematikan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 09 481 1919776 tak-cuma-gemuk-bahaya-sering-makan-junk-food-bisa-memicu-penyakit-mematikan-nco5DKzSXw.jpg Burger (Foto: Huffingtonpost)

TUNTUTAN untuk serba cepat mau tidak mau membawa risiko yang buruk bagi kesehatan, terutama berkaitan dengan perubahan pola makan. Disadari atau tidak, orang-orang terutama yang berada di perkotaan cenderung memilih makanan cepat saji (fast food).

Masalahnya, sebagian besar makanan cepat saji masuk dalam kategori junk food atau makanan yang kurang bernutrisi. Sejumlah penelitian mengungkap beberapa sisi gelap dari konsumsi junk food, yakni meningkatnya obesitas pada anak, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa penyakit kronis lain.

Semakin banyak Anda makan junk food, semakin sedikit pula nutrisi penting yang masuk dalam tubuh. Berikut bahaya yang mengintai Anda jika terlalu sering makan junk food, dilansir dari Livestrong, Senin (9/7/2018).

 Baca Juga: Ketika Netizen Berfoto ala Model, Keren Enggak Ancur Iya

Defisiensi nutrisi

Seperti yang sudah disinggung, meski junk food dapat mengatasi rasa lapar dalam waktu singkat, nutrisi yang masuk dalam tubuh sangat sedikit. Terlalu sering mengonsumsi junk food bisa menyebabkan Anda kehilangan selera makan terhadap makanan-makanan sehat kaya nutrisi.

 

Lonjakan berat badan

Bukan rahasia umum lagi kalau junk food mengandung lebih banyak kalori daripada makanan seperti sayuran. Sebagai contoh, 100 gram kentang panggang mengandung 93 kalori dibandingkan dengan 292 kalori dari 100 gram French fries di restoran cepat saji. Dengan memakan lebih banyak 500 kalori dari yang Anda butuhkan dalam satu hari, maka berat badan dipastikan naik sekira 0,5 kilogram (kg) dalam sepekan.

Masalah kardiovaskular

Tubuh memang membutuhkan lemak untuk kesehatan, tetapi junk food mengandung lemak jenuh yang berbahaya. Makanan seperti hamburger, pizza, es krim, dan potato chips mengandung cukup banyak lemak jenuh dan kolesterol, yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penyakit jantung.

Lemak trans juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak olahan buatan manusia ini umum digunakan dalam makanan yang dipanggang secara komersial, seperti kue dan biskuit, bersama dengan keripik kentang, dan popcorn. Makanan yang diproses dan dikemas sering kali mengandung garam yang tinggi, atau sodium. Kelebihan sodium meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

 Baca Juga: 5 Idola Tik Tok Cantik Ini Tidak Kalah Tenar dari Bowo Alpenliebe

Resistensi insulin

Karbohidrat olahan dalam junk food dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ketika kondisi tersebut terjadi, sejumlah sel tubuh tidak lagi merespons insulin, yang mengarah pada tingginya gula darah hingga mengakibatkan diabetes.

Junk food yang mengandung indeks glikemik (GI) tinggi, dapat menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Kenaikan tersebut diketahui dapat mengakibatkan diabetes dan penyakit jantung.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini