nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Susu Kental Manis, Ini Pesan Kementerian Kesehatan

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 14:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 481 1919878 polemik-susu-kental-manis-ini-pesan-kementerian-kesehatan-R4BCWWW5QM.jpg Ilustrasi susu kental manis (Foto: finecooking)

PERSOALAN susu kental manis menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan sejak pekan lalu. Polemik ini pun membuka mata masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas.

Salah satunya dengan mulai membiasakan diri untuk membaca label pangan (nutrition fact) yang ada di setiap kemasan produk yang akan dikonsumsi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Ir. Doddy Izwardy.

“Penting bagi masyarakat untuk membiasakan membaca label pangan, nutrition fact juga pesan atau peringatan kesehatannya di kemasan atau kalengnya,” ujar Ir. Doddy seperti dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (9/7/2018).

 (Baca Juga:Tak Cuma Gemuk, Bahaya Sering Makan Junk Food Bisa Memicu Penyakit Mematikan)

Manfaat membiasakan diri membaca label, informasi dan peringatan kesehatan, menurut Doddy, membuat kita jadi bisa mengetahui apa saja isi yang terkandung di dalam produk yang akan kita konsumsi, sehingga kita bisa mempertimbangkan manfaat dan risikonya bagi tubuh.

 

Survei Diet Total (SDT) yang dilakukan Kemenkes pada tahun 2014 menemukan fakta bahwa secara merata hampir di seluruh Indonesia, konsumsi kental manis menjadi pilihan yang tertinggi dikonsumsi di kelompok produk susu dan olahannya.

 (Baca Juga:Cara Mudah Hilangkan Kantung Mata, Bahannya Ada Semua di Rumah!)

“Di masyarakat kita temukan bahwa pada prakteknya produk ini diberikan kepada anak Balita dengan cara diseduh/dicairkan dengan air sehingga menyerupai susu (minuman tunggal),” tuturnya.

Maka tidak mengherankan karena memang masyarakat tidak membaca kemasan, selain itu produk ini dipromosikan atau disebut sebagai susu, sehingga tidak salah bila masyarakat berasumsi bahwa itu dianggap sebagai sumber protein susu dengan harga yang paling terjangkau.

“Produk kental manis ini tinggi energi dan karbohidrat, namun rendah protein. Karena kandungan gulanya sangat tinggi maka tidak dikategorikan sebagai susu (untuk pertumbuhan). Peruntukannya sebenarnya untuk bahan kue, bukan diperuntukkan untuk minuman tunggal dan diberikan kepada Balita”, pungkas Doddy.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini