nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahli Beberkan Penyebab Rasa Lapar pada Manusia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 10 298 1920414 ahli-beberkan-penyebab-rasa-lapar-pada-manusia-cjxYqXyaX9.jpg Rasa lapar kerap muncul ini penjelasan ilmiahnya (Foto:Thedailymeal)

 

RASA lapar terkadang muncul tak menentu. Anda mungkin pernah terbangun di tengah malam karena perut yang tiba-tiba keroncongan. Ternyata ada penjelasan ilmiah mengapa manusia selalu merasa lapar pada kondisi-kondisi tak terduga.

Menurut sebuah penelitian, ada bagian tertentu dari neuron yang terletak di wilayah misterius hipotalamus memainkan peran sentral dalam mengatur nafsu makan dan berat badan. Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Science ini mencoba untuk menjelaskan mekanisme saraf regulasi pakan yang belum diketahui sebelumnya.

 

(Baca Juga: Bukti Pria Tak Bisa Menolak Keindahan Wanita, Bahkan Obama hingga Thor Saja Terciduk!)

(Baca Juga: Fotonya Jadi Viral, Suami Ini Menangis saat Menyaksikan Istrinya Melahirkan)

Pada awalnya, penelitian ini menawarkan perspektif baru untuk memahami perubahan selera makan pada seekor tikus. Salah seorang peneliti dari Universitas Jiao Tong Shanghai, Jingjing Sun mengatakan, pengetahuan tentang fungsi wilayah hipotalamus yang disebut nucleus tuberalis lateralis masih terbilang langka.

Ia dan sejumlah peneliti masih berusaha memahami kerusakan yang terjadi pada wilayah otak manusia yang sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab penurunan nafsu makan yang signifikan pada pasien.

Untuk mengetahui lebih lanjut hubungan NTL dalam pengaturan nafsu makan dan berat badan, para peneliti mengamati perilaku neuron somatostatin (SST) di NTL menggunakan model tikus. Mereka menemukan, neuron SST diaktifkan oleh rasa lapar yang sering terjadi pada malam hari, dan setelah pemberian hormone lapar, ghrelin.

Aktivasi selektif dan penonaktifan neuron dilakukan dengan menggunakan kedua obat dan optogenetics. Hasilnya menunjukkan bahwa perialku makan ternyata dapat dikontrol. Aktivasi meningkatkan perilaku makan, sementara penghambatan secara signfikan mengurangi hal tersebut, kata para peneliti.

Penghapusan total neuron secara keseluruhan juga menghasilkan penurunan asupan makanan harian serta kenaikan berat badan secara bertahap. Lebih lanjut mereka mengatakan, neuron SST diperlukan untuk mengendalikan pola makan sehat dan berat badan manusia. Demikian dilansir dari Times of India, Selasa (10/7/2018).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini