Bagaimana Mengenali Nyeri Dada karena Serangan Jantung?

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 10 406 1920571 bagaimana-mengenali-nyeri-dada-karena-serangan-jantung-JvBy3bSSvC.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu cara mendeteksi serangan jantung adalah timbulnya nyeri di dada. Namun terkadang, rasa nyeri itu juga tidak bisa dijadikan acuan. Sebab ada juga nyeri yang terjadi karena hal lain.

"Kalau berbicara tentang dada itu bagiannya banyak. Pertama ada kulit, di bawahnya ada lemak, otot, tulang, baru ada organ seperti paru-paru, jantung, kerongkongan, dan semuanya bisa menyebabkan nyeri. Kita naik motor, pegal kena angin, bisa nyeri juga di dada," terang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, dr Johan Winata, Sp. JP (K) FIHA.

Lantas, bagaimana caranya untuk mengetahui jika nyeri dada merupakan tanda serangan jantung? Ditemui dalam sebuah acara, Selasa (10/7/2018), di kawasan Senayan, Jakarta Pusat menyatakan bila nyeri dada karena serangan jantung punya ciri yang khas.

 (Baca Juga:Mengenal Pain Killer dan Kegunaanya, Jangan Asal Minum!)

"70% orang-orang mengalami nyeri dada yang timbul di belakang tulang dada atau lebih ke kiri sedikit," ucap dr Johan.

Rasa nyeri itu bisa menjalar hingga ke dada bagian belakang dan menjalar ke leher. Rasa nyerinya seperti ditusuk, ditiban benda berat diremas, dan dibakar. Namun nyeri ini timbul bila terjadi penyempitan di pembuluh darah koroner sebelah kiri. Bila penyempitannya terjadi di pembuluh darah sebelah kanan, maka kondisinya berbeda lagi.

 

"Sebanyak 30% nyerinya tidak khas. Hanya terjadi di ulu hati, dagu, gigi, dan telunjuk jari tangan. Bisa juga menjadi mual muntah, dan leher seperti tercekik," imbuh dr Johan.

 (Baca Juga:Inilah Pertolongan Pertama yang Benar untuk Korban Patukan Ular Kobra)

Dijelaskan olehnya, bila penyumbatan terjadi di pembuluh darah sebelah kanan, gejalanya lebih dominan ke lambung sehingga menyebabkan mual dan muntah. Semuanya bergantung pada sistem syaraf di otot jantung bila kekurangan oksigen.

Nyeri dada bisa terjadi saat olahraga maupun ketika sedang santai. Timbulnya nyeri dada pada saat olahraga terkadang sering diabaikan. Sebab setelah olahraga nyeri itu akan hilang.

"Penyempitan bisa terjadi pas olahraga, nyerinya timbul karena suplai darah berkurang. Tapi nyerinya bisa hilang karena kerjanya jantung jadi ringan lagi," tutur dr Johan.

Sedangkan nyeri dada yang timbul saat sedang santai biasanya terjadi karena adanya penyempitan di pembuluh darah karena perlemakan darah. Hal itu membuat aliran darah ke jantung berkurang. Satu hal yang perlu dicatat, bila nyeri dada berlangsung lebih dari 15 menit dan intensitasnya tinggi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan karena bisa jadi itu serangan jantung.

"Lebih baik nyeri dada diperiksa tapi ternyata bukan serangan jantung. Daripada nyeri dada dibiarkan karena dianggap biasa yang malah pada akhirnya menimbulkan masalah. Bila nyeri dada sudah sampai menyebabkan sesak napas berarti itu sudah parah," pungkas dr Johan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini