nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Model Biasa, Lini Busana Ini Tampilkan Model dengan Tubuh Luka-Luka

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 11 194 1920812 bukan-model-biasa-lini-busana-ini-tampilkan-model-dengan-tubuh-luka-luka-VipYKAdxTx.jpg Model dengan tubuh luka-luka (Foto: Metro)

MENDENGAR kata model, yang terpikirkan di benak kebanyakan orang pada umumnya adalah pria dan wanita yang memiliki paras visual sempurna, menarik indah dipandang mata, berkulit putih serta mempunyai tubuh tinggi, kurus dan mulus.

Akan tetapi dengan kemajuan industri fesyen dunia sekarang, dunia modeling dan fesyen pun semakin bergerak ke arah yang lebih positif. Tidak hanya sekarang banyak model dengan ukuran tubuh besar, hingga model dengan warna kulit yang lebih beragam.

Para lini retail fesyen semakin positif, tidak hanya soal desain tetapi juga soal bagaimana mempromosikan kampanye produk-produknya. Mulai dari mengenakan model dengan tampilan stretch marks dan selulit di tubuhnya, sampai model-model yang datang dari berbagai latar belakang dan kemampuan.

Kini, ada lagi lini fesyen yang diketahui sedang mengkampanyekan produknya dengan pesan positif lewat tampilan model unik. Ialah Goodbye Bread, sebuah lini retail fesyen online yang disebutkan menggunakan para model bertubuh penuh luka salah satunya luka jenis self harm (luka karena menyakiti diri sendiri), dalam proyek kampanye #GBSQUAD.

Lebih lanjut, Goodbye Bread sebagai brand dikatakan merekrut berbagai model unik, seperti misalnya bintang Instagram, Jazelle dengan membawa tujuan untuk mendobrak norma-norma fesyen.

"Luka di tubuh itu adalah bagian dari kisah perjalanan hidup seseorang, yang seharusnya memang tidak perlu dihilangkan atau ditutupi dengan teknik edit photoshop. Goodbye Bread ingin menunjukkan kepada semua wnaita di luar sana, bahwa sudah seharusnya mereka mencintai diri mereka sendiri dan menolak standar-standar di dunia fesyen yang tidak realistis," ungkap Goodbye Bread, sebagaimana dikutip Metro, Rabu (11/7/2018).

model luka

Usaha yang dilakukan Goodbye Bread dalam menyebarkan pesan positif ini bisa dikatakan sepertinya memang tak sia-sia. Sebab, setelah mengunggah foto pertama dari model dengan tubuh luka yang benar-benar tanpa editan di laman akun Instagram mereka, para penggemar pun langsung ramai memuji apa yang dilakukan oleh Goodbye Bread.

Para penggemar menuliskan berbagai komentar positif, mulai dari berterimakasih karena telah menunjukkan model wanita dengan tubuh penuh luka karena memang luka tersebut jadi wujud salah satu perjalanan hidup yang dilalui, kemudian komentar bahwa wanita pun bisa tetap cantik walau mempunyai bekas luka di tubuhnya, hingga pujian betapa aksi dari Goodbye Bread ini memperlihatkan bagaimana semua orang berhak diperlakukan sama alias tidak didiskriminasi.

model luka

"What a beautiful model,"

‘"Thanks for showing a woman with self-harm scars. It really gives off a hopeful feeling. A lot of us have been in similar situations and this is so uplifting. There’s nothing to be embarrassed about, everyone has their own personal journey,"

‘I’d like to thank you for using a model with scars, and not discriminating against her for having them. It really shows that you are still beautiful, even with your scars,"

‘I gave up modelling because as I got further into it I had to show more and more skin, but felt I couldn’t because of my scars. Thank you for having real models with real stories on your page,"

model luka

Namun, tentu tidak semua memandang aksi dari lini retail fesyen online ini dengan positif. Beberapa pihak ada yang menilai bahwa dengan melakukan kampanye memakai model-model yang mempunyai luka karena menyakiti dirinya sendiri itu bisa memicu orang-orang yang memiliki masalah dengan self-harming di masa lalu, dapat menganggap bahwa menyakiti diri sendiri adalah hal yang normal. Ada pula yang berkomentar, bahwa semestinya Goodbye Bread lebih fokus terhadap pakaian renang yang mereka jual dibanding lebih menonjolkan soal wanita dengan tubuh luka-luka.

‘This may be a good way to uplift people with self-harm scars but I fear it may be also a way of normalising it,"

"The focus should be on the swimsuit they are selling, not the model’s scars. If people stared at and pointed out my scars all the time, I would not be happy about it and end up hiding it, even if it was positive commenting like this,"

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini